ardipedia.com – Sebagai orang tua, pastinya kamu pengen anak tumbuh jadi pribadi yang percaya diri, punya harga diri, dan merasa dicintai. Banyak dari kita berpikir kalau ngasih hadiah mahal, mainan terbaru, atau liburan mewah itu bisa bikin anak merasa dihargai. Padahal, jauh di lubuk hati mereka, yang paling mereka butuhkan itu bukan benda, tapi rasa. Rasa bahwa mereka itu penting, didengar, dan diterima apa adanya.
Anak yang merasa dihargai bakal tumbuh jadi pribadi yang punya mental kuat. Mereka nggak gampang iri sama orang lain, lebih berani ambil risiko, dan tahu cara menghargai orang lain juga. Sebaliknya, anak yang nggak merasa dihargai bakal sering mencari perhatian dengan cara yang salah, gampang insecure, dan bisa jadi punya masalah dalam hubungan sosialnya.
Di artikel ini, kita bakal bahas lima cara sederhana yang nggak butuh banyak uang, tapi punya dampak luar biasa buat bikin anak merasa dihargai. Trik-trik ini bisa kamu terapkan mulai dari sekarang, biar kamu dan anak punya hubungan yang lebih dekat.
1. Dengarkan Mereka Sepenuh Hati
Ini nih, hal paling dasar yang sering kita lupakan. Saat anak cerita, kita seringkali cuma dengerin sambil lalu. Matanya ke HP, telinganya ke omongan anak, tapi otaknya ke kerjaan. Anak-anak itu bisa ngerasain lho, kalau kamu nggak hadir seutuhnya. Mereka merasa, "Ah, ceritaku nggak penting, makanya Mama/Papa nggak dengerin."
Cara yang benar adalah dengarkan dengan aktif. Saat anak mulai cerita, berhenti sejenak dari apa yang kamu kerjakan. Tatap matanya. Kasih respons kayak "Oh ya? Terus gimana?" atau "Wah, seru banget!" Ini ngasih pesan ke anak, kalau apa yang mereka sampaikan itu penting banget dan kamu peduli. Mendengarkan dengan hati juga bisa bantu kamu nemuin apa yang sebenarnya mereka butuhkan, bukan cuma dari kata-kata yang mereka ucapkan.
2. Validasi Perasaan Mereka
Anak-anak itu punya banyak emosi. Ada saatnya mereka marah, sedih, kecewa, atau frustrasi. Seringkali, kita meremehkan perasaan mereka. "Masa gitu aja nangis?" atau "Ya ampun, lebay banget." Padahal, buat anak, perasaan itu nyata banget. Meremehkan perasaan mereka itu sama aja kayak bilang, "Perasaan kamu nggak valid dan nggak penting."
Untuk bikin anak merasa dihargai, kamu harus validasi perasaan mereka. Saat anak lagi sedih, jangan bilang, "Udah, jangan nangis!" tapi coba bilang, "Mama ngerti kok, kamu sedih karena boneka kamu rusak." Saat mereka marah, bilang, "Papa ngerti kamu lagi marah. Cerita yuk, kenapa kamu marah?" Dengan memvalidasi perasaan mereka, kamu lagi ngajarin mereka kalau semua emosi itu normal dan nggak perlu disembunyikan.
3. Libatkan Mereka dalam Pengambilan Keputusan
Meskipun masih kecil, anak-anak itu punya pendapat. Melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan, meskipun kecil, bisa bikin mereka merasa dihargai dan punya peran. Ini juga ngajarin mereka tentang tanggung jawab dan pilihan.
Ajak mereka memilih hal-hal sederhana. Misalnya, "Kamu mau makan malam pakai piring yang mana?" atau "Kita mau ke mana hari Minggu ini?" Tentu saja, kamu tetap harus kasih batasan. Misalnya, "Kamu boleh pilih mau pakai baju yang mana, tapi kita harus pilih antara dua baju ini." Dengan begitu, mereka merasa punya kontrol atas hidup mereka dan nggak cuma jadi objek yang diatur-atur.
4. Hargai Usaha, Bukan Cuma Hasil
Di dunia yang serba kompetitif, kita seringkali fokus sama hasil. "Nilai kamu bagus," "Kamu juara lomba," dan sebagainya. Pujian-pujian ini memang bagus, tapi kalau cuma fokus ke hasil, anak bisa jadi takut buat mencoba hal baru karena takut gagal. Mereka jadi merasa, "Aku berharga kalau aku berhasil."
Coba hargai usaha mereka. Saat anak lagi ngerjain sesuatu, puji prosesnya. "Mama lihat kamu kerja keras banget buat menyelesaikan puzzle ini, Mama bangga sama ketekunanmu." Saat mereka gagal, jangan langsung marah. Bilang, "Nggak apa-apa kok kalau gagal. Yang penting kamu udah berani mencoba." Ini ngajarin mereka kalau usaha itu sama pentingnya dengan hasil dan kegagalan itu adalah bagian dari proses belajar.
5. Jadikan Janji sebagai Komitmen yang Pasti
Anak-anak itu sensitif banget sama janji. Kalau kamu janji mau ajak mereka ke taman, tapi mendadak batal, mereka bakal kecewa. Kalau ini terjadi berkali-kali, mereka bakal kehilangan kepercayaan sama kamu. Mereka bakal mikir, "Ah, Papa/Mama kan suka ingkar janji." Ini bikin mereka merasa nggak penting dan nggak dihargai.
Kalau kamu udah janji, usahakan buat menepatinya. Kalaupun memang terpaksa harus dibatalkan, jelaskan alasannya dengan jujur. "Maaf ya, Papa nggak bisa ajak kamu ke taman hari ini karena Papa harus kerja. Tapi, nanti Papa bakal ganti, ya!" Ini ngajarin mereka tentang komitmen dan akuntabilitas. Dengan begitu, mereka tahu kalau kamu menghargai mereka dan nggak bakal ingkar janji.
Intinya, bikin anak merasa dihargai itu nggak butuh banyak uang. Ini cuma butuh waktu, perhatian, dan hati yang terbuka. Dengan menerapkan lima cara di atas, kamu nggak cuma jadi orang tua yang lebih baik, tapi juga bakal punya anak yang tumbuh jadi pribadi yang penuh rasa percaya diri dan cinta.
image source: iStock