Sering Dicuekin Anak? Pahami Kenapa Anak Malu Punya Kamu

ardipedia.com – Sebagai orang tua, rasanya sakit banget ya kalau anak kelihatan malu punya kita. Saat kamu mau jemput dia di sekolah, dia malah bilang, "Gak usah, Ma, aku pulang naik ojek aja." Saat kamu mau ajak dia foto bareng di acara sekolah, dia malah menghindar. Atau, saat kamu coba ajak teman-temannya ngobrol, dia langsung narik kamu dan bilang, "Udah, yuk, pulang!"

Sikap-sikap ini bisa bikin kita mikir, "Apa yang salah sama gue?" "Apa gue nggak keren lagi?" "Apa dia malu sama penampilan gue?" Perasaan ini wajar banget. Tapi, daripada cuma menebak-nebak, mending kita coba pahami apa sih alasan di balik sikap anak yang kelihatan malu itu. Ini bukan tentang menyalahkan kamu, tapi lebih ke mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dunia mereka.

Di artikel ini, kita bakal bedah tuntas tiga alasan tersembunyi kenapa anak bisa merasa malu sama orang tuanya. Ini bukan soal penampilan atau status sosial, tapi lebih ke hal-hal yang lebih dalam. Yuk, kita mulai!

1. Merasa Diatur-atur di Depan Teman

Anak-anak, terutama yang sudah masuk usia pra-remaja atau remaja, lagi ada di fase di mana mereka pengen mandiri dan nggak mau diatur-atur. Mereka pengen terlihat keren dan dewasa di depan teman-temannya. Saat kamu datang ke sekolah dan langsung bilang, "Ayo, sini! Jangan main terus! Pulang sekarang!" ini bisa bikin mereka malu.

Mereka merasa harga dirinya jatuh di depan teman-temannya. Mereka takut dianggap "anak mami" atau "anak yang nggak bisa ngapa-ngapain." Mereka takut di-bully atau diejek. Intinya, mereka pengen kamu kasih mereka ruang. Mereka pengen kamu menghargai mereka sebagai individu yang punya hak buat memutuskan.

Solusinya, coba berikan mereka kepercayaan. Misalnya, saat jemput di sekolah, jangan langsung teriak-teriak atau marahin mereka. Beri mereka sedikit ruang buat say bye sama teman-temannya. Saat mau ajak mereka pulang, coba bilang, "Yuk, kita pulang sekarang. Mama udah nunggu di mobil ya." Ini ngasih mereka pilihan dan nggak bikin mereka merasa dipaksa. Dengan begitu, mereka merasa dihargai dan nggak perlu malu lagi.

2. Merasa Terjebak dalam Perbandingan

Ini nih, yang seringkali nggak kita sadari. Anak-anak itu seringkali membanding-bandingkan orang tuanya. "Papa-nya si A kerjanya di kantor gede, Papa aku cuma jualan di pasar." "Mama-nya si B suka pakai baju bagus, Mama aku cuma pakai daster." Meskipun mereka nggak bilang, pikiran ini bisa ada di kepala mereka.

Perbandingan ini bisa jadi sumber rasa malu yang besar. Mereka merasa orang tuanya nggak "sempurna" kayak orang tua teman-temannya. Mereka merasa malu sama pekerjaanmu, penampilanmu, atau bahkan cara bicaramu. Rasa malu ini bukan datang dari kamu, tapi dari pikiran-pikiran yang mereka punya sendiri.

Solusinya, coba bangun rasa percaya diri anakmu. Ajari mereka buat menghargai diri sendiri dan keluarganya. Bilang, "Papa bangga sama pekerjaan Papa. Papa bisa ngasih makan keluarga kita dari pekerjaan Papa." Atau, "Mama suka pakai daster karena nyaman. Penampilan itu nggak penting, yang penting hati kita." Ini ngasih pesan ke mereka, kalau kamu bangga sama dirimu sendiri. Saat kamu bangga, anak juga bakal belajar buat bangga.

3. Merasa Orang Tua Belum Berubah

Anak-anak tumbuh, dan kamu juga harus tumbuh bareng mereka. Dulu, mungkin kamu suka pakai baju yang aneh-aneh atau punya hobi yang nyentrik. Tapi, saat anak sudah remaja, mereka pengen orang tuanya terlihat "normal" atau "biasa aja." Mereka pengen orang tuanya mengikuti tren atau setidaknya nggak terlalu berbeda dari orang tua teman-temannya.

Perbedaan ini bisa jadi sumber rasa malu. Anak-anak pengen kamu ngertiin dunia mereka. Mereka pengen kamu tahu lagu-lagu yang lagi viral, film yang lagi hits, atau bahasa-bahasa gaul yang lagi dipakai. Kalau kamu kelihatan "jadul" atau "ketinggalan zaman," mereka jadi malu.

Solusinya, coba adaptasi. Bukan berarti kamu harus berubah jadi orang lain. Tapi, coba lebih terbuka sama hal-hal baru. Ajak anak ngobrol tentang musik yang mereka suka. Ajak mereka nonton film yang lagi tren. Ini ngasih pesan ke mereka, "Mama/Papa tertarik sama dunia kamu." Saat kamu bisa nyambung sama mereka, mereka jadi nggak malu lagi.


4. Kurangnya Waktu Bersama yang Berkualitas

Anak-anak itu butuh perhatian. Mereka butuh merasa kalau kamu ada di sisi mereka. Kalau kamu terlalu sibuk dan jarang ada di rumah, mereka jadi merasa sendirian. Mereka jadi nggak punya kesempatan buat cerita-cerita tentang apa yang terjadi di sekolah atau tentang teman-temannya.

Saat mereka butuh kamu, tapi kamu nggak ada, mereka jadi merasa diabaikan. Ini bisa bikin mereka jadi malu sama kamu. Mereka mikir, "Ah, Papa/Mama kan sibuk, nggak usah deh ajak ngobrol." Mereka jadi nggak berani buat cerita kalau mereka lagi ada masalah.

Solusinya, coba luangkan waktu yang berkualitas. Meskipun cuma 15 menit, luangkan waktu buat ngobrol sama mereka. Tanyakan tentang hari-hari mereka, tentang teman-temannya, atau tentang hobi mereka. Dengan begitu, mereka merasa dihargai dan punya support system yang kuat. Ini bikin mereka jadi lebih percaya diri dan nggak perlu malu sama kamu.

Intinya, rasa malu anak itu bukan salah kamu sepenuhnya. Ini cuma soal perbedaan dunia. Dengan memahami empat alasan di atas, kamu nggak cuma jadi orang tua yang lebih baik, tapi juga bisa membangun hubungan yang lebih kuat dan lebih terbuka sama anak.

image source: iStock

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال