ardipedia.com – Pernah gak sih kamu buka online shop, lihat-lihat produk, terus nutup halamannya gitu aja tanpa beli apa-apa? Gue yakin pasti pernah. Kenyataannya, banyak banget orang yang kayak gitu. Mereka mampir ke website atau e-commerce, tapi kebanyakan cuma lewat doang. Ibaratnya, mereka datang ke toko kita, liat-liat, terus pergi tanpa beli. Nah, kalau kayak gitu terus, jualan kita bisa habis di jalan, alias potensi penjualan hilang begitu saja. Ini yang bikin kita ngerasa kok penjualan gitu-gitu aja, padahal pengunjung website lumayan banyak.
Nah, untungnya di dunia online ada jurus jitu yang namanya retargeting. Ini bukan cuma soal iklan yang tiba-tiba muncul di mana-mana. Lebih dari itu, retargeting itu adalah cara buat nyapa lagi orang-orang yang udah pernah mampir ke toko online kita. Ini semacam jembatan yang ngubungin niat awal mereka sama keputusan untuk beli. Retargeting bisa mengubah pengunjung yang tadinya ragu-ragu jadi pelanggan setia. Di tahun ini, buat kamu yang punya bisnis, retargeting itu bukan lagi pilihan, tapi kewajiban kalau kamu mau bisnis kamu terus maju dan gak cuma laku sekali doang.
Yuk, kita bedah kenapa retargeting ini penting banget, gimana cara kerjanya, dan trik apa aja yang bisa kamu coba buat bikin pengunjung website kamu balik lagi dan jadi pelanggan setia!
Kenapa Retargeting Itu Penting Banget?
Coba bayangin, kalau di toko fisik, pengunjung cuma lewat dan kita gak tahu siapa mereka. Di dunia digital, retargeting itu kayak punya "kekuatan super" buat nginget setiap orang yang mampir dan bisa nyapa mereka lagi, kasih tawaran yang pas biar mereka balik lagi.
Ini dia beberapa alasan kenapa retargeting itu krusial banget:
Nyelametin Keranjang Belanja yang Ditinggal Ini penyakit klasik di e-commerce. Banyak banget orang yang udah masukin barang ke keranjang, eh tiba-tiba mereka pergi gitu aja tanpa bayar. Menurut riset dari Baymard Institute, rata-rata ada 70% keranjang belanja di seluruh dunia yang gak jadi dibayar! Gila, kan? Retargeting bisa jadi pahlawan di sini. Kita bisa ngingetin mereka soal barang yang ketinggalan, atau bahkan kasih diskon kecil biar mereka mau balik dan menyelesaikan pembelian.
Bikin Brand Kamu Nempel di Otak Dunia online itu rame banget. Orang gampang lupa sama brand kita. Pengunjung mungkin udah gak inget lagi website kamu setelah mereka pergi. Retargeting itu kayak pengingat yang terus muncul, bikin brand kamu selalu ada di pikiran mereka. Jadi, pas mereka butuh sesuatu, brand kamu yang pertama kali muncul. Ini gak cuma soal jualan, tapi juga soal bikin brand kamu makin terkenal.
Membangun Kepercayaan Saat seseorang terus-terusan liat iklan brand kamu setelah mereka mampir, mereka jadi punya kesan kalau brand kamu itu serius dan profesional. Kesan yang konsisten ini bisa bikin mereka percaya. Lagian, iklan yang pas dan relevan itu nunjukin kalau kamu ngerti apa yang mereka mau, dan itu kerasa lebih personal.
Ujung-ujungnya Jualan Makin Laris Pengunjung yang udah pernah mampir ke website kita itu udah lebih "hangat" dibanding pengunjung baru. Mereka udah nunjukin minat awal. Makanya, retargeting itu biasanya punya tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Kamu jadi gak buang-buang uang buat iklan ke orang yang gak tertarik.
Bikin Iklan Jadi Lebih Cocok sama Kamu Dengan retargeting, kamu gak cuma nampilin iklan yang sama ke semua orang. Kamu bisa sesuaikan iklan kamu berdasarkan apa yang mereka lihat di website kamu. Ini bikin iklan terasa lebih relevan dan gak ganggu.
Gimana Sih Cara Kerja Retargeting?
Secara simpel, retargeting itu kerjanya pakai "kode rahasia" kecil yang namanya piksel atau kuki. Piksel ini kita pasang di website kita. Jadi, pas ada orang yang datang, piksel itu nempel di browser mereka. Piksel ini gak ngumpulin data pribadi kamu kok, cuma ngasih tanda aja kalau orang itu pernah mampir ke website kita.
Setelah orang itu pergi, dia bisa aja lagi browsing di mana aja, entah itu baca berita online atau buka media sosial. Nah, pas mereka lagi browsing, piksel yang nempel tadi ketahuan sama platform iklan kita, terus iklan kita langsung nongol. Jadi, iklan kita kayak ngikutin mereka ke mana-mana. Prosesnya kurang lebih gini:
Seseorang datang ke website kamu.
Piksel dari platform iklan (misalnya Google atau Facebook) nempel di browser mereka.
Mereka pergi dari website kamu tanpa beli.
Pas mereka buka website lain yang ada iklannya atau lagi scroll media sosial, piksel tadi dikenali.
Iklan kamu langsung muncul, ngingetin mereka soal produk yang mereka lihat.
Mereka jadi tertarik lagi dan balik ke website kamu, mungkin buat beli.
Tips Retargeting Biar Pengunjung Bisa Jadi Pelanggan Kamu
Retargeting itu gak cuma soal pasang iklan terus-terusan. Ada strateginya biar berhasil. Ini dia jurus-jurusnya:
1. Kelompokin Pengunjung Kamu dengan Jeli Gak semua pengunjung itu sama. Orang yang cuma lihat halaman depan website beda sama yang udah masukin barang ke keranjang. Kamu harus kelompokin mereka biar pesannya pas. Contohnya, kamu bisa bikin kelompok ini:
Pengunjung Umum: Yang cuma mampir sebentar.
Pengunjung Halaman Produk: Yang udah nunjukin minat ke produk tertentu.
Yang Ninggalin Keranjang: Ini nih yang paling potensial.
Pelanggan Lama: Mereka yang udah pernah beli.
Pengunjung Blog: Yang lagi nyari informasi.
Yang Lama di Website: Ini tanda mereka tertarik banget.
Semakin spesifik kelompoknya, semakin pas juga iklannya.
2. Bikin Iklan yang Cocok Buat Tiap Kelompok Setelah kamu punya kelompok-kelompok tadi, sekarang bikin iklannya yang personal.
Buat yang Ninggalin Keranjang: Kasih iklan yang ngingetin mereka soal barang yang ketinggalan, tunjukin lagi gambarnya, atau kasih diskon kecil-kecilan.
Buat yang Lihat Produk Tertentu: Tunjukin iklan produk yang sama, atau produk lain yang mirip. Sorotin keunggulannya atau kasih review positif dari pembeli lain.
Buat Pelanggan Lama: Kasih tawaran produk pelengkap, atau kasih promo khusus buat mereka aja, atau ajak mereka gabung ke program loyalitas.
Buat yang Baca Blog: Tunjukin iklan yang kasih konten lebih dalam dari yang mereka baca, atau tawarin produk yang relevan sama topik itu.
Intinya, bikin iklan itu kayak ngobrol sama teman, yang obrolannya sesuai sama apa yang dia mau.
3. Atur Jadwal Iklan Kamu Jangan cuma nampilin iklan yang sama terus-terusan. Atur jadwalnya biar gak bikin orang bosen.
Hari 1-3: Tunjukin iklan yang ngingetin mereka soal produk yang mereka lihat.
Hari 4-7: Kalau masih gak beli, kasih nilai tambah kayak testimonial atau gratis ongkir.
Hari 8-14: Kalau masih belum juga, baru kasih diskon yang terbatas waktunya.
Hari 15+: Kalau mereka udah beli, ganti iklannya jadi tawaran produk lain yang cocok.
Cara ini bikin iklan kamu gak monoton dan gak bikin orang kesel.
4. Jangan Overdosis Iklan Nunjukin iklan yang sama berkali-kali itu bikin orang bosen, bahkan bisa benci sama brand kamu. Kamu harus atur seberapa sering iklan itu muncul.
Tentukan Batasnya: Misalnya, jangan lebih dari 3-5 kali muncul dalam sehari buat satu orang. Ini biar brand kamu kelihatan profesional, bukan kayak ngejar-ngejar orang.
Pantau Performa: Kalau iklan kamu udah jarang diklik, mungkin itu tandanya orang udah bosen. Ganti iklannya atau kurangi frekuensinya.
5. Jangan Cuma Pakai Satu Jenis Iklan Retargeting itu bisa macam-macam, gak cuma iklan gambar doang. Coba pakai cara lain:
Iklan Produk Dinamis: Iklan ini otomatis nampilin produk yang spesifik banget yang dilihat sama pengunjung. Cocok buat e-commerce.
Video Retargeting: Buat iklan video buat orang yang udah pernah nonton video kamu sebelumnya.
Retargeting di Media Sosial: Pakai piksel dari platform kayak Facebook atau TikTok buat nampilin iklan ke pengunjung website kamu di feed mereka.
Retargeting Itu Bukan Cuma Soal Jualan, Tapi ...
Di era digital yang serba cepat ini, bisa punya hubungan baik sama pelanggan itu aset paling berharga. Retargeting yang efektif itu bukan cuma buat nambahin angka penjualan, tapi juga alat buat:
Paham Keinginan Audiens: Dari data perilaku mereka, kamu bisa tahu apa yang mereka mau.
Nyapa Mereka dengan Tepat: Kamu bisa tawarin solusi yang bener-bener mereka butuhin.
Ngebangun Ingatan:brand: Bikin brand kamu selalu diingat dan dikenal.
Ngasih Kesetiaan: Mengubah orang yang cuma mampir jadi pendukung brand kamu.
Dengan retargeting yang tepat dan fokus ke pengalaman pelanggan, kamu gak cuma bakal ningkatin penjualan, tapi juga ngebangun fondasi hubungan yang kuat, yang bikin bisnis kamu bisa maju dalam jangka panjang.
image source : iStock