ardipedia.com – Sejak pertama kali muncul, iklan TV itu udah ngalamin perubahan gede banget. Dulu, iklan cuma nampilin produk yang simpel, tapi sekarang udah pakai teknologi canggih dan data analitik yang bikin geger. Perjalanan iklan TV ini nunjukkin gimana teknologi, budaya, dan kebiasaan belanja orang-orang ikutan berubah. Artikel ini bakal ngajak kamu jalan-jalan dari masa lalu, ngintip tren, dan membahas kenapa iklan TV masih penting banget.
Awal Mula Iklan TV di Dunia
Bayangin, di tahun 1941, TV itu masih barang mewah banget. Cuma segelintir orang yang punya. Pas pertama kali iklan TV muncul, durasinya cuma 10 detik. Iklan itu buat promosiin jam tangan Bulova di Amerika Serikat. Dulu, iklannya masih polos dan sederhana. Tapi, seiring berjalannya waktu, iklan TV mulai berevolusi dengan visual dan cerita yang lebih dramatis. Dari situ, iklan TV mulai nunjukkin tajinya sebagai alat pemasaran yang efektif.
Evolusi Iklan TV dari Masa ke Masa
Iklan TV itu ibarat cermin yang nunjukkin gimana dunia berubah. Setiap era punya ciri khasnya sendiri.
Era Jingle dan Slogan (1950-1970-an)
Di era ini, iklan identik banget sama jingle dan slogan yang nempel di kepala. Kamu mungkin pernah denger jingle jadul yang sampe sekarang masih diinget orang. Iklan di zaman ini fokus ke gambaran keluarga bahagia yang pakai produk tertentu. Tujuannya sederhana: bikin citra positif dan bangun kepercayaan konsumen.
Era Teknologi dan Efek Visual (1980-1990-an)
Pas teknologi makin berkembang, iklan TV jadi lebih kreatif. Efek visual dan komputerisasi bikin iklan jadi lebih menarik dan dramatis. Di era ini, merek mulai nargetin segmen pasar yang lebih spesifik, kayak anak-anak, remaja, dan eksekutif muda. Iklan nggak lagi cuma buat keluarga, tapi juga buat kamu yang punya hobi atau gaya hidup tertentu.
Era Digital dan Media Sosial (2000-2010-an)
Datangnya internet bener-bener ngubah dunia periklanan. Iklan TV nggak cuma tayang di TV biasa, tapi juga mulai ngarahin penonton ke situs web dan media sosial. Ini jadi jembatan buat merek buat interaksi langsung sama konsumen. Iklan TV jadi bagian dari kampanye yang lebih gede dan nyambung ke dunia online.
Era Sekarang: AI, Data, dan Streaming (2020-2025)
Sekarang, iklan TV udah lebih personal dan pinter. Merek pakai kecerdasan buatan (AI) dan data analitik buat nargetin audiens berdasarkan kebiasaan nonton dan preferensi mereka. Platform streaming kayak YouTube, Netflix, dan Disney+ juga jadi saluran utama buat iklan digital yang lebih fleksibel dan interaktif. Iklan nggak lagi cuma tayang di jam tertentu, tapi bisa muncul pas kamu lagi nonton konten yang kamu suka.
Walaupun banyak yang bilang iklan TV bakal mati, faktanya iklan TV masih punya taji. Ini dia beberapa data dan fakta yang bikin kaget.
Tahun ini, pengeluaran buat iklan TV di Indonesia diperkirakan nyentuh angka Rp47,5 triliun. Angka yang gede banget, kan? Ini nunjukin kalau banyak perusahaan yang masih percaya sama kekuatan iklan TV. Selain itu, 70% konsumen masih nganggep iklan TV sebagai sumber informasi yang paling bisa dipercaya. Ini jadi bukti kalau di tengah gempuran hoax dan berita palsu, iklan TV masih punya kredibilitas yang tinggi.
Buat kamu yang penasaran soal ROI (Return on Investment), iklan yang ditargetin dengan baik bisa naikin ROI sampai 200%. Itu artinya, setiap duit yang kamu keluarin, bisa balik dua kali lipat lebih. Nggak heran kalau banyak perusahaan yang tetep invest gede-gedean di iklan TV.
Di sisi lain, iklan digital juga makin naik daun. Diperkirakan 57% dari total pengeluaran iklan di Indonesia bakal datang dari platform digital di tahun 2030. Ini nunjukin kalau dunia periklanan lagi bergeser. Tapi, ini bukan berarti iklan TV bakal hilang. Justru, iklan TV dan digital bisa saling melengkapi.
Jurus-Jurus Bikin Iklan TV Tetap Laku
Buat kamu yang pengen bikin iklan yang nampol, ini dia beberapa jurus yang bisa kamu coba.
Gabungin TV dan Digital. Iklan yang sukses sekarang itu nggak cuma tayang di TV. Dia juga harus nyambung ke dunia digital. Misalnya, di akhir iklan TV, kamu bisa ajak penonton buat scan kode QR atau kunjungi situs web kamu. Ini bakal ningkatin interaksi dan bawa penonton ke platform digital kamu.
Pake Data dengan Bener. Jangan cuma asal bikin iklan. Pake data analitik buat tahu siapa audiens kamu. Tahu apa yang mereka suka, kapan mereka nonton TV, dan apa yang mereka butuhin. Dengan data yang akurat, kamu bisa bikin iklan yang personal dan nyambung sama mereka.
Bikin Konten yang Relate. Cerita itu kekuatan utama iklan TV. Bikin cerita yang menyentuh hati, yang bikin orang ketawa, atau yang ngasih inspirasi. Cerita yang kuat bakal bikin audiens inget sama produk kamu.
Kesimpulannya,
Perjalanan iklan TV dari masa lalu sampai sekarang nunjukin gimana industri ini terus beradaptasi. Dengan makin berkembangnya platform digital dan AI, pengiklan punya peluang gede buat bikin campaign yang lebih personal dan efektif. Buat para pemasar, pahamin evolusi ini itu kunci buat tetap relevan.
image source : iStock.