Belajar Toleransi ala Rasulullah

ardipedia.com – Pernah nggak sih kamu lagi asik-asik ngobrol sama teman, terus tiba-tiba ada perbedaan pendapat? Kalian jadi adu argumen. Kalian jadi ngotot pengen menang. Akhirnya, kalian jadi berantem. Padahal, kalian itu teman. Kalian itu bersaudara. Ini yang namanya perpecahan.

Kita hidup di era yang serba bebas. Kita bebas berpendapat. Kita bebas beropini. Tapi, seringkali, kebebasan itu malah jadi bumerang buat kita. Kita jadi gampang banget berantem, gampang banget musuhan, dan gampang banget nge-blokir orang di media sosial.

Padahal, ukhuwah (persaudaraan) itu penting banget, lho. Ukhuwah itu kayak pondasi. Kalau pondasi kamu kuat, bangunan kamu juga akan kuat. Begitu juga dengan persaudaraan. Kalau persaudaraan kamu kuat, kamu akan merasa lebih bahagia, lebih tenang, dan lebih damai.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang paling bijak dalam menjaga ukhuwah. Beliau adalah sosok yang paling toleran. Beliau nggak pernah berantem sama siapa pun. Beliau selalu berusaha buat menyatukan umat. Beliau adalah teladan terbaik buat kita yang lagi berusaha buat jadi pribadi yang lebih baik.

Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih cara menjaga ukhuwah dengan berbeda pandangan? Bukan buat bikin kamu ngerasa bersalah, tapi buat jadi pengingat biar kita bisa jadi pribadi yang lebih bijak dalam bersosialisasi.

1. Pahami Konsep Perbedaan Itu Rahmat

Hal pertama yang harus kita pahami adalah konsep perbedaan itu rahmat. Perbedaan itu kayak warna. Kalau semua warna itu sama, hidup kita akan jadi membosankan. Tapi, kalau ada banyak warna, hidup kita akan jadi lebih indah.

Begitu juga dengan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat itu bisa bikin kita jadi lebih dewasa. Kita bisa belajar dari orang lain. Kita bisa dapat ilmu dari orang lain. Dan kita bisa jadi pribadi yang lebih bijak.

Allah SWT berfirman:

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu." (QS. Al-Hujurat: 13)

Pelajaran dari ayat ini adalah, Allah menciptakan kita berbeda-beda. Allah menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Tujuannya cuma satu, yaitu buat saling kenal-mengenal. Buat saling belajar.

Jadi, jangan pernah ngerasa kalau kamu itu paling benar. Jangan pernah ngerasa kalau orang lain itu salah. Justru, kamu harus belajar dari orang lain. Kamu harus menghargai setiap perbedaan.

2. Jadikan Rasulullah SAW Sebagai Teladan Terbaik

Rasulullah SAW adalah sosok yang paling toleran. Beliau nggak pernah berantem sama siapa pun. Beliau selalu berusaha buat menyatukan umat. Beliau berdakwah dengan hati, dengan kasih sayang, dan dengan ilmu.

Pelajaran dari Rasulullah SAW adalah, beliau nggak pernah nge-judge orang lain. Beliau nggak pernah ngomongin orang lain. Beliau bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini nunjukin kalau kita harus hati-hati dalam berbicara. Kita nggak boleh menyebarkan fitnah. Kita nggak boleh ngomongin orang lain. Kita harus menjaga lisan kita.

Kalau kamu lagi berbeda pandangan sama teman kamu, mendingan kamu diam aja. Nggak usah adu argumen. Nggak usah ngotot pengen menang. Biar aja dia ngomong. Yang penting, kamu tahu kalau kamu nggak salah.

3. Jaga Lisan dan Pikiran, Jangan Emosi

Seringkali, saat kita berbeda pandangan sama teman, kita jadi emosi. Kita jadi gampang banget ngomong yang nggak-nggak. Kita jadi gampang banget nge-judge. Ini adalah hal yang salah. Emosi itu nggak akan menyelesaikan masalah. Emosi itu cuma bikin masalahnya jadi makin gede.


 

Nah, kalau kamu mau menjaga ukhuwah, kamu harus jaga lisan dan pikiranmu. Kamu harus kendalikan emosi kamu. Kamu bisa mulai dengan tarik napas, dan hitung sampai 10. Dengan begitu, kamu akan merasa lebih tenang, lebih damai, dan kamu akan lebih bijak dalam berbicara.

Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang kuat bukanlah orang yang kuat berkelahi, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini nunjukin kalau mengendalikan diri itu adalah hal yang paling baik. Jadi, kalau kamu lagi marah, mendingan kamu diam aja. Nggak usah ngomong yang nggak-nggak.

4. Jadikan Kebaikan sebagai Investasi

Seringkali, saat kita berbeda pandangan sama teman, kita jadi musuhan. Kita jadi nggak mau bertegur sapa. Kita jadi nggak mau bantu. Ini adalah hal yang salah.

Nah, dalam Islam, kita diajarkan buat jadikan kebaikan sebagai investasi. Setiap kebaikan yang kamu lakukan, itu akan kembali ke kamu dengan berlipat ganda.

Misalnya, kalau kamu lagi berbeda pandangan sama teman, mendingan kamu bantu dia. Kamu bisa bantu dia saat dia lagi punya masalah. Kamu bisa kasih dia hadiah. Dengan begitu, kamu akan merasa lebih dekat sama dia.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim)

Pelajaran dari hadis ini adalah, nyebarin kebaikan itu adalah amal yang pahalanya terus mengalir. Kalau kamu berbuat baik, itu artinya kamu udah nyebarin kebaikan. Dan kamu bisa dapat pahala seperti orang yang melakukannya.

5. Jangan Lupa Doa dan Tawakal

Yang terakhir, jangan pernah lupa buat berdoa dan bertawakal. Doa itu adalah senjata paling ampuh. Doa itu bisa bikin kamu lebih sabar dalam menghadapi perbedaan pandangan. Doa itu juga bisa bikin kamu lebih bijak.

Allah SWT berfirman:

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Ghafir: 60)

Ini nunjukin kalau Allah itu selalu siap dengerin doa-doa kita. Kita nggak perlu takut kalau doa kita nggak dikabulkan. Karena, setiap doa yang kita panjatkan itu dicatat sama Allah. Dan Allah pasti akan kasih yang terbaik buat kita.

Selain doa, kamu juga harus tawakal. Tawakal itu artinya kita udah berusaha maksimal, kita udah jaga lisan, kita udah jaga hati, lalu kita serahkan hasilnya kepada Allah. Tawakal itu bukan berarti pasrah, ya. Tawakal itu artinya kita yakin kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kita.

Penutup

Jadi, berbeda pandangan itu wajar, kok. Tapi, itu bisa kita atasi. Caranya, dengan memahami konsep perbedaan itu rahmat, jadikan Rasulullah sebagai teladan, jaga lisan dan pikiran, jadikan kebaikan sebagai investasi, dan jangan lupa doa dan tawakal.

Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjalani hidup yang lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih bermakna.

image source : iStock

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال