Gaji Cepat Habis Karena FOMO? Atasi Financial Anxiety dengan 3 Cara Ini

ardipedia.com – Coba jujur, siapa di sini yang baru gajian dua minggu lalu, tapi saldonya udah auto menangis dan dompet terasa kosong melompong? Terus, kamu sadar kenapa? Sebagian besar alasannya adalah karena si monster kecil yang namanya FOMO alias Fear of Missing Out ikutan nimbrung di urusan finansial kamu. Kamu lihat teman-teman hangout di kafe estetik, traveling ke tempat viral, atau unboxing skincare baru yang lagi hits, dan tiba-tiba ada suara di kepala kamu yang bilang, "Aku harus ikutan! Nanti aku nggak relate lagi!" Boom! Saldo langsung teriak histeris.

Nggak cuma saldo yang teriak, tapi juga vibe kamu. Perasaan nggak enak, khawatir, dan cemas soal uang itu namanya Financial Anxiety. Rasanya kayak dikejar-kejar tagihan padahal baru awal bulan, atau takut banget lihat saldo di bank karena tahu angkanya nggak match sama ekspektasi. Ini wajar banget dialami, apalagi di zaman serba cepat dan serba terlihat ini. Sosial media sering banget jadi pemicu utama. Kita selalu terpapar sama gaya hidup orang lain yang kelihatannya "sempurna," padahal di balik layar, ya, semua orang juga punya struggle-nya sendiri. But we tend to forget that. Kita cuma fokus sama highlight reel orang lain.

Nah, artikel ini hadir bukan buat nge-hakimi kamu atau nyuruh kamu jadi super hemat kayak chipmunk nyimpen kacang. Nggak banget. Gue mau ajak kamu buat lihat masalah ini dari sudut pandang yang lebih santai dan low profile, tapi tetap efektif. Kita nggak akan bicara soal rumus investasi yang rumit, tapi lebih ke mindset dan tindakan nyata yang bisa langsung kamu terapkan buat meredam Financial Anxiety yang dipicu oleh FOMO. Siap-siap, karena kita cuma perlu 3 cara yang powerful ini buat mulai healing hubungan kamu sama uang.

Pahami Nilai Kamu Bukan Barang Kamu

Coba kita deep dive dulu ke akar masalahnya. FOMO itu terjadi karena kita punya pemikiran yang salah: nilai diri kita ditentukan oleh apa yang kita miliki dan apa yang kita lakukan secara eksternal. Kalau kita nggak beli sneakers terbaru, kalau kita nggak foto di spot liburan yang lagi trending, kita merasa jadi orang yang nggak keren, ketinggalan, atau bahkan nggak bahagia. Padahal, kebahagiaan dan harga diri itu datangnya dari dalam.

Cara pertama untuk mengatasi Financial Anxiety akibat FOMO adalah dengan melakukan reframing nilai diri. Ini bukan soal meditasi di gunung, tapi soal perubahan cara pikir yang praktis. Mulai sekarang, setiap kali kamu merasa terdorong buat beli sesuatu karena FOMO, berhenti sejenak dan tanya ke diri kamu sendiri: "Apakah barang/pengalaman ini benar-benar akan menambah value pada hidupku, atau cuma buat upload di story?" Kebanyakan, jawabannya adalah yang kedua.

Low Profile Living adalah jawabannya. Quiet luxury bukan cuma soal baju, tapi juga lifestyle. Kemewahan sejati itu adalah ketenangan pikiran dan kebebasan finansial, bukan tas branded yang bikin kamu harus makan mi instan sebulan penuh. Pindah fokus kamu dari pamer harta ke menambah skill dan pengalaman batin. Misalnya, daripada beli gadget baru yang next month bakal ada versi barunya lagi, mending kamu alokasikan uang itu buat ikut workshop yang bisa upgrade skill kerja kamu, atau beli buku-buku yang isinya bisa memperkaya pikiran kamu. Barang-barang fisik itu sementara, tapi skill dan pengetahuan itu investasi yang nilainya terus naik.

Gue kasih contoh ya. Kalau gue dihadapkan sama pilihan antara beli handphone terbaru cuma karena semua orang punya, atau pakai uang itu buat travelling sendirian ke kota kecil yang tenang buat self-reflection, gue bakal pilih yang kedua. Kenapa? Karena pengalaman dan self-discovery itu bakal jadi cerita yang nggak bisa dicuri dan nggak akan lekang oleh waktu. Ini adalah aset non-finansial yang bikin kamu kaya secara batin. Jadi, mulai sekarang, identifikasi: Apa yang benar-benar kamu hargai? Persahabatan, kesehatan, skill, atau barang-barang yang besok lusa sudah nggak hype lagi? Ketika kamu tahu nilai kamu nggak bergantung pada barang, dorongan FOMO itu bakal meredup dengan sendirinya. You are enough, even without that new stuff.

Buat Anggaran Yang Fleksibel Dan Anti-Ribet

Banyak orang Gen Z alergi sama kata anggaran atau budgeting. Kenapa? Karena mereka mikirnya budgeting itu kaku, ngatur-ngatur banget, dan bikin hidup nggak seru. Padahal, budgeting yang benar itu justru bikin kamu merasa memegang kendali penuh atas uang kamu, dan itu adalah salah satu cara paling ampuh meredakan Financial Anxiety. Kalau kamu tahu uang kamu ke mana, kamu nggak akan cemas.

Nah, trik budgeting ala Gen Z yang anti-ribet dan fleksibel ini adalah kuncinya. Lupakan spreadsheet yang rumit dan bikin pusing. Kita pakai metode yang santai. Pertama, tentukan dulu tiga pos utama setelah gajian: Dana Wajib (kost/cicilan, makan, transportasi), Dana Nabung/Investasi (langsung potong saat gajian, anggap aja ini "bayar diri sendiri" duluan), dan Dana Fun (buat hangout, jajan, nonton, atau self-reward).

Fokus kita ada di Dana Fun ini. Buatlah Dana Fun yang realistis. Jangan terlalu pelit, karena kalau terlalu ketat, kamu pasti bakal rebound dan overspending parah di tengah bulan. Misalnya, kalau kamu sisihkan 10% dari gaji buat Dana Fun, yakini bahwa uang itu adalah uang bebas dosa kamu. Kamu bebas pakai uang itu buat apa aja, termasuk buat hangout yang dipicu FOMO. Dengan begini, kamu nggak perlu merasa bersalah karena spending, karena spending itu sudah ter-budget.

Kedua, gunakan teknik Amplifikasi Kebutuhan. Setiap kamu mau beli sesuatu yang impulsive, jangan langsung beli. Tahan 24-48 jam. Selama masa tunggu itu, alihkan uangnya ke pos Dana Darurat atau Dana Investasi kamu. Kalau setelah masa tunggu itu kamu masih butuh banget barang itu, yaudah ambil dari Dana Fun kamu. Tapi, seringnya, keinginan impulsive itu bakal hilang dan uangnya udah aman di pos investasi kamu.

Anggaran ini bersifat low profile karena nggak ada orang lain yang perlu tahu. Ini adalah perjanjian antara kamu dan dompet kamu. Intinya, kasih batasan yang jelas buat spending FOMO, dan pastikan menabung itu adalah prioritas pertama, bukan sisa-sisa. Ketika kamu tahu bahwa Dana Wajib sudah aman dan Dana Nabung sudah terpotong, sisa uang yang kamu pegang (termasuk Dana Fun) itu bisa kamu nikmati tanpa rasa bersalah dan cemas. Budgeting yang berhasil itu bukan yang paling ketat, tapi yang paling bisa kamu ikuti secara konsisten dan bikin kamu tenang.

Terapkan Digital Detox Dan Silent Scrolling

Ini adalah cara yang paling modern dan paling relevan di tahun ini. Social Media adalah pabrik utama FOMO, dan pabrik ini bekerja 24 jam sehari. Jadi, kalau kamu mau mengatasi Financial Anxiety karena FOMO, kamu harus berani melakukan Digital Detox atau setidaknya mengubah cara kamu berinteraksi dengan feed kamu.

Gue tahu, digital detox total itu nggak mungkin buat Gen Z. Kita butuh internet buat kerja, belajar, dan komunikasi. Jadi, kita pakai cara yang lebih halus: Silent Scrolling. Ketika kamu scrolling dan melihat teman kamu pamer liburan, unboxing, atau makan enak, kamu harus segera membangun filter mental di kepala kamu. Filter itu bunyinya kurang lebih: "Ini adalah highlight dari hidup mereka, bukan keseluruhan cerita. Ini bukan realitas standarku, dan nggak perlu jadi milikku untuk aku bahagia."

Terapkan batasan waktu yang ketat untuk aplikasi sosial media. Gunakan fitur di smartphone kamu untuk membatasi screen time di aplikasi-aplikasi tertentu. Nggak perlu ngumbar ke mana-mana kalau kamu lagi detox, ini adalah aksi low profile buat kesehatan mental dan finansial kamu. Kalau perlu, mute atau unfollow akun-akun yang secara konsisten memicu kamu buat merasa nggak puas atau memicu spending nggak perlu. Nggak perlu bikin drama, cukup mute aja. Kesehatan finansial kamu lebih penting daripada like mereka.

 

Cara lain yang powerful adalah mengalihkan perhatian kamu ke dunia nyata. Ketika kamu merasa bosan dan dorongan scrolling muncul, alihkan ke kegiatan yang nggak melibatkan layar dan nggak bikin kamu keluar uang, atau malah menghasilkan uang. Misalnya, baca buku, dengerin podcast (tanpa lihat video), olahraga ringan, atau bahkan belajar masak resep baru di rumah. Fokus pada aktivitas yang bikin kamu terlibat penuh (alias flow), sehingga kamu nggak punya waktu buat membandingkan hidup kamu sama hidup orang lain di internet.

Ingat, Financial Anxiety itu adalah respons emosional. Dan emosi itu sering banget dipengaruhi sama apa yang kita lihat dan kita konsumsi dari media. Dengan mengontrol input visual dan informasi yang kamu terima, kamu secara nggak langsung sedang mematikan mesin pemicu FOMO di otak kamu. Less comparison, less anxiety, more money in your pocket.

So, guys, mengatasi Gaji Cepat Habis Karena FOMO dan Financial Anxiety itu bukan soal mencari trik jitu atau panduan utama yang instan. Ini adalah perjalanan panjang yang butuh perubahan mindset dan kebiasaan yang konsisten. Ingat 3 cara tadi: pahami kalau nilai kamu bukan barang kamu, buat budget yang fleksibel dan anti-ribet, serta terapkan silent scrolling untuk meredam FOMO. Dengan begini, kamu nggak cuma punya saldo yang lebih sehat, tapi juga pikiran yang jauh lebih tenang. Keep it cool, keep it low profile, and own your financial journey. Good luck!

image source : Unsplash, Inc.

Gas komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asyik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال