ardipedia.com – Menghadapi momen di mana kamu berniat berbagi cerita tapi justru berakhir dengan kompetisi penderitaan memang sering kali menguras emosi. Fenomena ini biasanya muncul saat kamu sedang berusaha mengeluarkan unek-unek soal pekerjaan atau masalah pribadi, lalu tiba-tiba teman kamu menyambar dengan cerita yang seolah-olah beban hidupnya jauh lebih berat. Situasi seperti ini kalau dibiarkan terus-menerus bisa bikin komunikasi jadi satu arah dan sangat melelahkan. Rasanya seperti setiap kata yang kamu ucapkan harus selalu kalah dengan drama yang dia miliki. Memahami bagaimana cara bersikap di depan teman yang punya kecenderungan one-upping atau adu nasib ini sangat penting supaya kamu nggak kehilangan kesabaran atau bahkan merusak hubungan pertemanan yang sudah dibangun lama.
Mengenali alasan di balik perilaku adu nasib
Banyak orang yang melakukan adu nasib sebenarnya tidak sadar kalau perilaku mereka itu mengganggu orang lain. Gue melihat kecenderungan ini sering kali berakar dari keinginan untuk merasa relevan atau ingin mendapatkan simpati yang sama besarnya dengan apa yang sedang kamu rasakan. Dalam pikiran mereka, menceritakan beban yang lebih berat adalah cara untuk menunjukkan kalau mereka juga sedang berjuang keras. Mereka merasa kalau cerita mereka tidak lebih dramatis, maka mereka tidak akan mendapatkan perhatian yang cukup dari lingkungan sekitar. Jadi sebenarnya ini lebih kepada masalah validasi diri sendiri daripada niat sengaja untuk menjatuhkan kamu. Dengan memahami perspektif ini, kamu bisa lebih tenang dan tidak langsung merasa diserang secara personal saat percakapan mulai bergeser arah.
Menghindari jebakan kompetisi penderitaan
Satu hal yang paling penting saat menghadapi teman tipe ini adalah dengan tidak ikut masuk ke dalam permainan yang dia buat. Kalau kamu membalas ceritanya dengan cerita lain yang jauh lebih parah lagi, maka yang terjadi adalah lingkaran setan yang tidak akan ada habisnya. Kamu tidak perlu membuktikan siapa yang paling menderita di dunia ini karena pada akhirnya tidak ada hadiah yang didapat dari memenangkan kompetisi tersebut. Tetaplah pada posisi kamu sebagai pendengar yang baik tanpa harus merasa tersaingi. Saat dia mulai melebih-lebihkan ceritanya, cukup berikan respons yang simpel dan tidak perlu memberikan umpan untuk dia bercerita lebih jauh lagi tentang penderitaannya.
Memberikan validasi secukupnya tanpa berlebihan
Terkadang teman yang suka adu nasib hanya butuh didengarkan dan diakui kalau hidupnya memang sedang tidak mudah. Kamu bisa memberikan kalimat singkat yang menunjukkan kalau kamu paham dengan apa yang dia rasakan tanpa harus membandingkannya dengan situasi kamu. Setelah memberikan validasi singkat, kamu punya pilihan untuk mengganti topik pembicaraan ke hal yang lebih netral. Cara ini biasanya cukup ampuh buat memutus aliran energi negatif dalam percakapan. Kamu tetap terlihat peduli sebagai teman tapi juga secara halus memberikan tanda kalau kamu tidak ingin memperpanjang topik soal siapa yang paling susah tersebut.
Mengalihkan pembicaraan dengan cara yang halus
Kalau suasana sudah mulai tidak nyaman karena dia terus-menerus memutar balikkan fakta supaya dia terlihat paling sengsara, kamu bisa mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih menyenangkan. Misalnya kamu bisa tiba-tiba bertanya soal rencana akhir pekan atau menanyakan hobi baru yang sedang dia tekuni. Pengalihan ini harus dilakukan dengan sangat natural supaya tidak terkesan kalau kamu sedang menghindar atau merasa bosan. Dengan menggeser fokus pembicaraan ke arah yang lebih positif, kamu sedang menyelamatkan suasana agar tidak berakhir dengan rasa kesal di salah satu pihak. Ini adalah cara yang sangat sopan untuk mengendalikan jalannya obrolan tanpa harus terlihat mendominasi.
Menetapkan batasan untuk menjaga kesehatan mental
Punya teman yang hobinya mengeluh dan adu nasib itu benar-benar bisa menyedot energi positif dalam diri kamu. Kamu perlu sadar kalau kapasitas mental kamu untuk mendengarkan keluhan orang lain itu ada batasnya. Tidak ada salahnya kalau sesekali kamu menjaga jarak atau membatasi waktu bertemu jika kamu merasa sedang tidak dalam kondisi yang stabil untuk mendengarkan dramanya. Menjaga batasan diri bukan berarti kamu tidak setia kawan, tapi justru itu cara supaya kamu tetap bisa bersikap baik saat nanti bertemu lagi. Kamu tidak bisa menolong orang lain kalau diri kamu sendiri sedang merasa terkuras habis energinya.
Belajar menjadi pendengar yang lebih selektif
Kamu tidak harus menanggapi setiap cerita adu nasibnya dengan serius. Terkadang cukup dengan mendengarkan saja tanpa perlu memberikan solusi atau masukan yang mendalam. Biarkan dia mengeluarkan semua ceritanya dan anggap itu sebagai angin lalu jika memang sudah mulai terasa berlebihan. Menjadi selektif dalam mendengarkan artinya kamu tahu mana informasi yang perlu kamu serap dan mana yang cukup masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Ini bakal sangat membantu kamu buat tetap santai dan tidak mudah terpancing emosi saat dia mulai melakukan aksinya. Kamu tetap ada di sana secara fisik tapi secara emosional kamu menjaga diri agar tidak ikut tenggelam dalam drama yang dia ciptakan.
Memilah topik yang tepat untuk dibagikan
Gue rasa ada baiknya kalau kamu mulai lebih bijak dalam memilih apa saja yang ingin kamu ceritakan kepada teman tipe ini. Jika kamu tahu dia akan selalu membandingkan masalah kesehatan, maka hindari curhat soal kesehatan di depannya. Cari topik lain yang sekiranya tidak akan memicu dia untuk melakukan adu nasib. Kamu bisa ngobrolin soal tren terbaru di media sosial, film yang lagi hits, atau bahkan soal makanan enak yang baru kamu coba. Dengan membatasi ruang gerak dia untuk membandingkan nasib, kamu sebenarnya sedang membangun tembok perlindungan bagi ketenangan pikiran kamu sendiri.
Menghargai perbedaan cara pandang dalam berteman
Setiap orang punya latar belakang dan cara tumbuh yang berbeda-beda yang akhirnya membentuk kepribadian mereka sekarang. Mungkin teman kamu terbiasa berada di lingkungan yang mengharuskan dia untuk selalu terlihat paling sibuk atau paling menderita agar diakui. Menyadari kalau setiap orang punya kekurangan masing-masing akan membuat kamu lebih mudah untuk memaafkan perilakunya yang menyebalkan itu. Kamu tidak perlu mengubah dia menjadi orang yang berbeda karena itu bukan tugas kamu. Tugas kamu adalah menjadi teman yang baik dengan tetap menjaga integritas diri sendiri tanpa harus terbawa arus negatifnya.
Pentingnya mencari lingkaran pertemanan yang suportif
Jika ternyata frekuensi adu nasib ini sudah sangat sering dan mulai mengganggu produktivitas kamu, mungkin ini saatnya mencari teman baru yang bisa memberikan timbal balik yang seimbang. Memiliki teman yang bisa diajak diskusi secara dewasa tanpa harus merasa berkompetisi adalah sebuah kemewahan yang sangat berharga. Kamu butuh orang-orang yang bisa memberikan validasi tulus saat kamu sedang susah dan ikut senang saat kamu sedang bahagia. Lingkungan yang suportif akan membuat kamu tumbuh menjadi pribadi yang lebih positif dan percaya diri. Jangan ragu buat membuka diri pada perkenalan baru yang mungkin jauh lebih membawa dampak baik buat hidup kamu ke depannya.
Menggunakan humor untuk mencairkan suasana
Kadang-kadang cara terbaik buat menghadapi teman yang serius banget adu nasib adalah dengan memberikan sentuhan humor yang ringan. Kamu bisa bercanda soal betapa drama hidup kalian berdua tanpa harus menyinggung perasaannya. Humor sering kali menjadi pemecah kebuntuan yang paling efektif saat suasana sudah mulai terasa kaku. Dengan tertawa bersama, ketegangan yang tadi sempat muncul karena adu nasib bisa perlahan menghilang. Tapi pastikan candaan kamu tetap dalam batas wajar dan tidak terlihat seperti sedang mengejek penderitaan yang dia ceritakan.
Tetap tenang dan tidak ambil pusing
Pada akhirnya semua kembali ke bagaimana cara kamu merespons segala sesuatunya. Jika kamu memilih buat tetap santai dan tidak mengambil hati setiap ucapannya, maka perilaku adu nasib itu tidak akan berpengaruh apa-apa ke kamu. Anggap saja itu adalah bumbu-bumbu dalam sebuah pertemanan yang membuat hidup jadi lebih berwarna. Kamu tetap fokus pada tujuan hidup kamu dan tidak perlu merasa terbebani oleh cerita-cerita orang lain yang berusaha menyaingi kamu. Ketenangan adalah kunci utama agar kamu tidak mudah stres dalam menghadapi berbagai macam tipe kepribadian orang di sekitar kamu.
Menyadari kalau penderitaan bukan untuk dipamerkan
Kita hidup di zaman di mana terkadang orang merasa bangga kalau terlihat sangat sibuk atau sangat menderita. Padahal kebahagiaan sejati justru datang dari rasa syukur atas hal-hal kecil yang kita miliki. Dengan tidak ikut-ikutan tren adu nasib, kamu sebenarnya sedang melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih rendah hati. Kamu tahu kalau setiap masalah punya solusinya masing-masing dan tidak perlu dikoar-koarkan hanya untuk mendapatkan simpati instan. Tetaplah jadi versi terbaik dari diri kamu yang selalu melihat sisi terang dari setiap kejadian tanpa harus merasa lebih hebat atau lebih menderita dari orang lain.
Membangun komunikasi yang jujur jika diperlukan
Kalau hubungan pertemanan kamu sudah sangat dekat, tidak ada salahnya buat bicara dari hati ke hati. Sampaikan dengan cara yang sangat lembut kalau kamu merasa belakangan ini komunikasi kalian agak kurang seimbang. Kamu bisa bilang kalau terkadang kamu hanya ingin didengarkan tanpa harus ada perbandingan cerita. Teman yang benar-benar peduli pasti akan mencoba buat introspeksi diri meskipun mungkin tidak langsung berubah saat itu juga. Kejujuran yang disampaikan dengan niat baik biasanya akan membuahkan hasil yang baik pula bagi kelangsungan hubungan pertemanan kalian di masa depan.
Menutup hari dengan pikiran yang positif
Setelah melewati hari yang mungkin melelahkan karena harus berhadapan dengan teman yang hobi adu nasib, jangan lupa buat membersihkan pikiran kamu dari hal-hal negatif tersebut. Fokuslah kembali pada diri sendiri dan apa saja yang sudah kamu capai hari ini. Jangan biarkan energi negatif dari orang lain ikut terbawa sampai kamu pulang ke rumah. Kamu sudah melakukan yang terbaik dengan menjadi teman yang sabar, dan itu sudah lebih dari cukup. Sekarang waktunya kamu beristirahat dan menyiapkan energi buat menghadapi hari esok dengan semangat yang baru.
image source : Unsplash, Inc.