Daripada Resign, Coba 'Quiet Thriving': Cara Tetap Bahagia di Kantor Meski Bosnya Agak Laen

ardipedia.com – Memasuki awal tahun 2026 ini, dinamika dunia kerja rasanya semakin berwarna dengan segala keunikan yang ada di dalamnya. Kamu mungkin sering merasa ingin segera mengemasi barang-barang di meja kerja dan mengirimkan surat pengunduran diri hanya karena sikap atasan yang sulit ditebak atau kebijakan kantor yang terasa kurang pas di hati. Namun, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk pergi dan menghadapi ketidakpastian di luar sana, ada satu konsep menarik yang mulai banyak diterapkan oleh para pekerja di berbagai belahan dunia. Konsep ini dikenal sebagai quiet thriving, sebuah pendekatan di mana kamu memilih untuk tetap berkembang dan menemukan kebahagiaan di tempat kerja tanpa harus menunggu lingkungan atau atasan kamu berubah menjadi ideal. Gue mengibaratkan kondisi ini seperti sedang menanam bunga di tengah cuaca yang kadang hujan badai dan kadang panas terik; kamu tidak bisa mengatur cuacanya, tapi kamu bisa memberikan perlindungan dan nutrisi yang cukup agar bunga tersebut tetap mekar dengan cantik. Di tahun 2026, kemampuan untuk mengelola emosi dan menciptakan ruang bahagia sendiri di tengah tekanan pekerjaan adalah sebuah keahlian yang sangat berharga. Banyak orang menyadari bahwa berpindah kantor berkali-kali bukan selalu menjadi solusi kalau masalahnya ada pada cara kita menyikapi situasi yang ada di depan mata. Dengan melakukan quiet thriving, kamu mengambil kembali kendali atas kebahagiaan kamu sendiri tanpa harus bergantung pada validasi atau perubahan sikap dari orang lain yang ada di lingkungan profesional kamu.

Menggeser Fokus dari Masalah ke Hal yang Bisa Dikendalikan

Langkah pertama untuk mulai mempraktikkan cara ini adalah dengan menyadari bahwa ada banyak hal di kantor yang memang berada di luar jangkauan pengaruh kamu. Kamu tidak bisa mengatur suasana hati bos kamu yang mungkin sering berubah-ubah secara mendadak setiap pagi, tapi kamu punya kuasa penuh atas bagaimana kamu merespons hal tersebut. Gue merasa kalau menghabiskan energi untuk mengeluhkan sifat atasan hanya akan bikin kamu semakin lelah dan kehilangan semangat untuk mengerjakan hal-hal yang benar-benar penting. Cobalah untuk fokus pada kualitas hasil kerja kamu dan bagaimana kamu bisa belajar hal baru setiap harinya meskipun suasananya sedang kurang mendukung.

Fokus pada hal-hal kecil yang bisa kamu atur, seperti bagaimana kamu merapikan meja kerja, musik apa yang kamu dengarkan saat bekerja, atau bagaimana kamu mengatur jadwal istirahat siang kamu. Dengan menciptakan kemenangan-kemenangan kecil setiap hari, kamu akan merasakan kepuasan batin yang tidak bisa diganggu gugat oleh komentar negatif dari siapa pun. Di tahun ini, ketenangan pikiran adalah mata uang yang paling mahal, dan kamu bisa mendapatkannya dengan cara berhenti mencoba memperbaiki hal-hal yang memang sudah dari sananya agak unik. Kamu sedang membangun sebuah benteng pertahanan mental yang kokoh agar suasana kantor yang kurang menyenangkan tidak sampai merusak kualitas hidup kamu secara keseluruhan.

 

Menemukan Makna Baru di Luar Deskripsi Pekerjaan Standar

Terkadang kita merasa jenuh karena merasa pekerjaan kita hanya sebatas rutinitas yang membosankan dan tidak memberikan dampak apa pun bagi orang lain. Dalam konsep quiet thriving, kamu didorong untuk melakukan apa yang disebut sebagai job crafting, yaitu menyisipkan hal-hal yang kamu sukai ke dalam tugas harian kamu. Misalnya, jika kamu suka mendesain, kamu bisa mencoba membuat presentasi laporan yang jauh lebih visual dan menarik meskipun perusahaan tidak memintanya secara khusus. Gue melihat kalau memberikan sentuhan personal pada pekerjaan akan bikin kamu merasa lebih memiliki tanggung jawab tersebut dan menikmatinya sebagai sebuah karya seni.

Cara ini akan memberikan kamu rasa pencapaian yang lebih tinggi karena kamu melakukan sesuatu karena keinginan diri sendiri, bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari kantor. Kamu juga bisa mencari proyek-proyek sampingan di dalam tim yang memungkinkan kamu untuk bekerja dengan rekan kerja yang punya frekuensi pemikiran yang sama dengan kamu. Interaksi yang positif dengan teman sejawat yang suportif bisa menjadi penawar rasa stres yang sangat ampuh saat menghadapi atasan yang perilakunya sering bikin geleng-geleng kepala. Kamu tidak lagi melihat kantor sebagai tempat yang hanya berisi tekanan, melainkan sebagai tempat di mana kamu bisa mengeksplorasi potensi diri dengan cara kamu sendiri yang unik.

Mengatur Batasan yang Tegas demi Menjaga Kewarasan Mental

Salah satu penyebab utama kenapa orang ingin cepat-cepat pergi dari kantor adalah rasa lelah yang luar biasa karena beban kerja yang meluap sampai ke waktu pribadi. Kamu harus berani untuk menetapkan batasan kapan waktu untuk bekerja secara total dan kapan waktu untuk benar-benar lepas dari urusan kantor tanpa rasa bersalah sedikit pun. Gue mengibaratkan batasan ini seperti garis pembatas di lapangan permainan; semua orang harus tahu di mana mereka boleh bergerak dan di mana mereka harus berhenti agar permainan tetap berjalan adil. Di tahun 2026, kemampuan untuk bilang tidak pada permintaan yang tidak masuk akal di luar jam kerja adalah tanda bahwa kamu sangat menghargai diri kamu sendiri.

Sampaikan batasan ini dengan cara yang sopan dan tetap profesional agar tidak menimbulkan konflik baru yang justru makin memperumit keadaan di kantor. Kamu bisa menggunakan fitur otomatisasi pesan agar orang lain tahu kalau kamu baru akan merespons pesan mereka di jam operasional kantor yang resmi di esokan harinya. Dengan menjaga ruang pribadi tetap bersih dari urusan pekerjaan, kamu akan punya energi yang cukup untuk memulihkan diri setiap malamnya dengan sangat maksimal. Kamu sedang mendidik orang-orang di sekitar kamu untuk menghargai waktu kamu, dan ini adalah bagian dari proses tumbuh yang sangat penting bagi seorang profesional sejati.

Membangun Hubungan Pertemanan yang Suportif di Lingkungan Kerja

Kehadiran teman kerja yang bisa diajak berbagi cerita dan tertawa bersama adalah faktor yang sangat menentukan apakah kamu akan bertahan lama di sebuah perusahaan atau tidak. Kamu tidak perlu berteman dekat dengan semua orang, cukup temukan satu atau dua orang yang benar-benar paham dengan kondisi kamu dan bisa memberikan perspektif yang positif. Gue merasa kalau memiliki rekan kerja yang bisa diajak brainstorming atau sekadar minum kopi bareng di sore hari akan bikin suasana kantor yang kaku jadi terasa jauh lebih hangat. Kamu bisa saling memberikan dukungan saat salah satu dari kalian sedang merasa tertekan oleh sikap atasan atau beban kerja yang menumpuk secara tiba-tiba.

Hubungan yang sehat ini akan menciptakan lingkungan mikro yang sangat nyaman di tengah lingkungan besar yang mungkin terasa kurang bersahabat bagi sebagian orang. Pastikan interaksi kamu dengan teman kerja tidak hanya berisi keluhan atau gosip yang negatif, karena itu justru akan bikin mental kamu semakin jatuh dan merasa tidak berdaya. Cobalah untuk saling berbagi ilmu baru atau merayakan keberhasilan kecil masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan kalian setiap harinya di kantor tersebut. Kebersamaan ini akan menjadi alasan kuat kenapa kamu merasa masih punya tempat yang berharga untuk terus berkarya meskipun ada hal-hal lain yang kurang sempurna.

Mencari Kesempatan Belajar yang Tersembunyi di Setiap Tantangan

Meskipun atasan kamu mungkin sulit diajak berkomunikasi dengan baik, pasti ada pelajaran berharga yang bisa kamu ambil dari setiap situasi yang terjadi di depan mata kamu. Kamu bisa belajar bagaimana cara menghadapi orang dengan karakter sulit, cara bernegosiasi dalam tekanan, atau cara tetap fokus di tengah ketidakteraturan manajemen perusahaan. Gue mengibaratkan setiap tantangan ini sebagai latihan otot mental yang akan bikin kamu semakin kuat dan siap untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang. Kamu tidak sedang terjebak, melainkan sedang berada di dalam sebuah kawah candradimuka yang akan membentuk karakter profesional kamu menjadi sangat tangguh.

Gunakan fasilitas pelatihan atau sumber daya belajar yang disediakan oleh perusahaan secara maksimal untuk meningkatkan nilai jual kamu sebagai seorang pekerja yang handal. Di tahun ini, banyak kursus daring yang bisa kamu akses untuk mengasah keahlian baru yang mungkin tidak diajarkan secara langsung di dalam tugas harian kamu di kantor. Dengan terus belajar, kamu sedang mempersiapkan diri untuk peluang yang lebih besar tanpa harus terburu-buru meninggalkan posisi kamu yang sekarang dengan penuh emosi. Pengetahuan dan keahlian yang kamu miliki adalah aset yang tidak akan pernah bisa diambil oleh siapa pun, termasuk oleh atasan yang perilakunya kurang menyenangkan tersebut.

Melakukan Praktik Kesadaran Penuh di Sela-Sela Kesibukan Kerja

Seringkali rasa stres muncul karena pikiran kita terlalu jauh melompat ke masa depan yang penuh kekhawatiran atau terjebak pada kesalahan di masa lalu yang sudah terjadi. Cobalah untuk melakukan praktik mindfulness sederhana seperti mengatur napas atau memperhatikan sensasi di tangan saat sedang mengetik laporan di komputer kantor. Gue merasa kalau kembali ke momen sekarang akan bikin kamu merasa lebih tenang dan tidak gampang tersulut emosi saat ada rekan kerja atau atasan yang bertingkah aneh. Kamu belajar untuk menjadi pengamat yang tenang terhadap setiap peristiwa yang terjadi tanpa harus langsung memberikan reaksi yang berlebihan secara emosional.

Praktik sederhana ini bisa dilakukan kapan saja, bahkan saat kamu sedang berada di tengah rapat yang membosankan atau saat sedang mengantre di mesin kopi kantor di siang hari. Dengan menjaga pikiran tetap jernih, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih bijak dan tidak gampang terpengaruh oleh suasana negatif yang ada di sekitar kamu. Kamu sedang memberikan ruang bagi diri sendiri untuk bernapas dan merasakan bahwa hidup kamu jauh lebih luas daripada sekadar masalah-masalah kecil yang ada di meja kerja. Ketenangan batin yang kamu bangun ini akan terpancar ke luar dan mungkin saja bisa memberikan dampak positif bagi orang-orang lain yang ada di dekat kamu.

Mengubah Narasi di Dalam Kepala Tentang Kondisi Kantor Saat Ini

Cara kita menceritakan kondisi kita kepada diri sendiri sangat berpengaruh pada seberapa besar tingkat kebahagiaan yang kita rasakan setiap harinya di tempat kerja tersebut. Jika kamu selalu bilang pada diri sendiri kalau kantor ini adalah penjara, maka setiap detik yang kamu lalui di sana akan terasa sangat menyiksa dan melelahkan jiwa. Cobalah untuk mengubah narasi tersebut menjadi sesuatu yang lebih memberdayakan, misalnya dengan melihat kantor sebagai tempat untuk mendanai hobi dan impian kamu yang lain. Gue melihat kalau melihat pekerjaan sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup yang lebih besar akan bikin kamu tidak terlalu ambil pusing dengan drama kecil yang terjadi di kantor.

Ingatkan diri kamu tentang alasan kenapa kamu pertama kali memilih untuk bekerja di sana dan apa saja hal baik yang sudah kamu dapatkan selama bergabung dengan perusahaan tersebut. Fokuslah pada rasa syukur atas gaji yang masuk tepat waktu, fasilitas yang bisa kamu nikmati, atau pengalaman menarik yang sudah berhasil kamu lalui sejauh ini bersama tim. Dengan mengganti lensa yang kamu gunakan untuk melihat dunia kerja, kamu akan menyadari bahwa ada banyak keindahan yang selama ini tertutup oleh rasa kesal yang berlebihan. Pikiran yang positif bukan berarti mengabaikan kenyataan, tapi memilih untuk tidak membiarkan kenyataan yang pahit menguasai seluruh hidup dan perasaan kamu setiap harinya.

Memanfaatkan Waktu Istirahat untuk Melakukan Aktivitas yang Menyegarkan

Banyak dari kamu yang mungkin sering melewatkan waktu istirahat siang hanya untuk mengejar pekerjaan yang sebenarnya tidak akan pernah ada habisnya jika terus dikejar. Gunakan waktu satu jam tersebut untuk benar-benar keluar dari area meja kerja, berjalan kaki menghirup udara segar, atau sekadar mendengarkan siniar favorit kamu dengan tenang. Gue merasa kalau jeda singkat ini adalah cara terbaik untuk merestart sistem kerja otak agar tidak mengalami panas berlebih akibat beban tugas yang terlalu berat dan rumit. Jangan gunakan waktu istirahat untuk membicarakan urusan kantor lagi, karena itu hanya akan bikin kamu merasa tidak pernah benar-benar beristirahat dari pekerjaan tersebut.

Cobalah untuk makan siang dengan menu yang enak dan kamu sukai sebagai bentuk apresiasi kecil bagi tubuh kamu yang sudah bekerja keras sejak pagi hari tadi. Di tahun 2026, banyak orang mulai menyadari bahwa produktivitas sejati itu datang dari kondisi tubuh dan pikiran yang sudah beristirahat dengan cukup dan berkualitas tinggi. Kamu akan kembali ke meja kerja dengan semangat yang lebih segar dan perspektif yang lebih jernih untuk menyelesaikan tugas-tugas yang masih tersisa di sore hari nanti. Jadikan waktu istirahat sebagai batas suci yang tidak boleh diganggu oleh siapa pun agar kamu tetap punya kendali atas ritme hidup harian kamu secara mandiri.

Memiliki Proyek Kebahagiaan di Luar Urusan Kantor

Agar hidup kamu tidak hanya berputar di urusan pekerjaan, kamu harus punya aktivitas atau hobi di luar kantor yang bikin kamu merasa sangat antusias untuk segera pulang. Entah itu olahraga, belajar bahasa asing, berkebun, atau mengurus komunitas sosial, pastikan aktivitas tersebut memberikan rasa puas yang berbeda dari apa yang kamu dapatkan di kantor. Gue melihat kalau orang yang punya kehidupan pribadi yang kaya akan cenderung tidak gampang stres saat menghadapi masalah kecil yang terjadi di lingkungan kerjanya sehari-hari. Kantor hanyalah salah satu bagian dari hidup kamu, bukan seluruh identitas kamu sebagai seorang manusia yang punya banyak dimensi ketertarikan yang sangat luas.

Saat kamu punya sesuatu yang menyenangkan untuk dikerjakan setelah jam kerja berakhir, kamu akan lebih gampang melepaskan beban pikiran yang mungkin tadi sempat menumpuk di kantor. Kamu jadi punya alasan yang kuat untuk tetap semangat menjalani hari meskipun atasan kamu sedang dalam kondisi mood yang kurang baik atau kebijakan kantor sedang membingungkan. Energi positif yang kamu dapatkan dari hobi di luar sana akan terbawa ke dalam cara kamu bekerja, sehingga kamu terlihat lebih ceria dan tidak gampang merasa tertekan oleh keadaan. Kamu sedang membangun sebuah ekosistem kehidupan yang seimbang, di mana kebahagiaan kamu tidak ditaruh di dalam satu keranjang yang sama yang bisa hancur kapan saja.

Menyiapkan Rencana Masa Depan Secara Matang Tanpa Harus Terburu-buru

Memutuskan untuk tetap bertahan dan mempraktikkan quiet thriving bukan berarti kamu harus selamanya berada di perusahaan tersebut jika memang kondisinya sudah benar-benar tidak sehat. Sambil tetap memberikan yang terbaik di posisi sekarang, kamu bisa mulai menyusun rencana jangka panjang soal ke mana kamu ingin melangkah di tahap karir berikutnya nanti. Gue menyarankan agar kamu mulai memperbarui portofolio, memperluas jaringan di luar kantor, dan memantau peluang-peluang baru yang sekiranya lebih cocok dengan visi hidup kamu saat ini. Kamu melakukan ini dengan kepala dingin dan kondisi keuangan yang stabil karena kamu masih punya pendapatan tetap dari pekerjaan yang sekarang kamu jalani.

Memiliki rencana cadangan yang solid akan bikin kamu merasa lebih berdaya karena kamu tahu bahwa kamu punya pilihan untuk pergi kapan pun kamu sudah benar-benar siap secara mental dan finansial. Kamu tidak lagi bekerja berdasarkan rasa takut akan kehilangan pekerjaan, melainkan berdasarkan pilihan sadar untuk tetap berkontribusi sambil menunggu waktu yang paling tepat untuk berpindah. Di tahun 2026, persiapan yang matang jauh lebih dihargai daripada tindakan impulsif yang hanya didasari oleh kekesalan sesaat terhadap sikap orang lain yang ada di kantor. Kamu sedang memegang kendali atas kemudi karir kamu sendiri, dan setiap langkah yang kamu ambil adalah bagian dari strategi besar untuk kesuksesan kamu di masa depan yang cerah.

Menjaga Profesionalisme di Tengah Ketidaknyamanan Lingkungan

Tetaplah menjadi orang yang bekerja dengan standar kualitas yang tinggi meskipun kamu merasa lingkungan di sekitar kamu tidak memberikan apresiasi yang seharusnya kamu dapatkan. Profesionalisme adalah cerminan dari karakter diri kamu, bukan cerminan dari bagaimana orang lain memperlakukan kamu di dalam sebuah institusi atau perusahaan tertentu. Gue merasa kalau tetap konsisten memberikan hasil yang bagus akan bikin reputasi kamu tetap terjaga dengan sangat baik di mata rekan kerja dan pihak eksternal lainnya. Reputasi yang baik ini adalah kunci pembuka pintu peluang baru yang mungkin akan datang dari arah yang tidak pernah kamu duga sebelumnya dalam perjalanan karir kamu.

Jangan biarkan sikap atasan yang kurang baik bikin kamu jadi malas-malasan atau bekerja asal-asalan, karena itu justru akan merugikan diri kamu sendiri dalam jangka panjang di tahun ini. Dengan tetap profesional, kamu menunjukkan bahwa kamu punya integritas yang tinggi dan punya kendali penuh atas emosi serta perilaku kamu di bawah tekanan apa pun. Kamu akan merasa bangga pada diri sendiri karena mampu melewati masa-masa sulit tanpa harus kehilangan jati diri sebagai seorang pekerja yang handal dan sangat bisa diandalkan. Inilah bentuk kemenangan yang sesungguhnya dalam dunia kerja, yaitu ketika kamu bisa tetap bersinar meskipun berada di tempat yang mungkin menurut orang lain terasa sangat gelap dan tidak nyaman.

Menikmati Setiap Langkah Kecil Menuju Pertumbuhan Diri yang Nyata

Pada akhirnya, quiet thriving adalah tentang bagaimana kamu merayakan setiap kemajuan kecil yang kamu buat dalam mengelola diri sendiri di tengah lingkungan yang kurang ideal bagi banyak orang. Kamu belajar untuk lebih sabar, lebih bijak, dan lebih tangguh dalam menghadapi setiap terpaan angin badai yang datang silih berganti di dunia kerja tahun 2026 ini. Gue berharap kamu bisa menemukan kedamaian batin dan kebahagiaan yang tulus meskipun atasan kamu mungkin masih tetap dengan sikapnya yang agak unik dan sulit dipahami itu. Kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan yang kamu buat setiap pagi saat kamu melangkahkan kaki masuk ke dalam gedung kantor untuk mulai menjalankan tanggung jawab kamu.

Teruslah menjadi pribadi yang lincah, penuh energi positif, dan selalu fokus pada visi besar yang ingin kamu capai dalam hidup kamu yang sangat berharga ini secara menyeluruh. Jangan biarkan satu atau dua orang yang kurang menyenangkan merusak seluruh impian dan semangat yang sudah kamu bangun dengan susah payah selama bertahun-tahun lamanya. Kamu punya kekuatan untuk menciptakan surga kecil kamu sendiri di mana pun kamu berada saat ini, asalkan kamu punya perspektif yang tepat dan hati yang selalu terbuka untuk setiap kemungkinan belajar hal baru. Selamat menjalani hari-hari di kantor dengan semangat baru dan rasakan sendiri bagaimana cara pandang ini akan mengubah hidup kamu menjadi jauh lebih baik, lebih tenang, dan tentu saja jauh lebih bahagia.

image source : Unsplash, Inc.

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال