Gaya Hidup 'Bodo Amat': Rahasia Tetap Bahagia di Tengah Komentar Netizen

ardipedia.com – Mengawali hari dengan membuka media sosial sering kali terasa seperti masuk ke dalam medan perang yang isinya penuh dengan penilaian orang lain terhadap hidup kita. Di tahun 2026 ini, jempol netizen seolah-olah punya kendali penuh buat menentukan apakah hari kita bakal berjalan menyenangkan atau justru penuh rasa cemas yang nggak berujung. Kadang gue merasa kalau kita itu seperti sedang berdiri di tengah panggung besar di mana semua orang bebas melempar kritik atau komentar pedas tanpa memikirkan perasaan kita sedikit pun. Rasanya sangat melelahkan kalau harus terus-menerus mengikuti ekspektasi publik yang selalu berubah setiap detik. Itulah kenapa gaya hidup bodo amat perlahan mulai jadi tren yang bukan cuma soal sikap masa bodoh yang negatif, tapi lebih ke arah menjaga kesehatan mental agar tetap stabil. Memilih untuk nggak ambil pusing terhadap omongan orang asing di internet adalah bentuk perlindungan diri yang paling masuk akal saat ini.

Gue sering melihat banyak orang yang merasa dunianya runtuh cuma gara-gara satu komentar negatif di kolom unggahan mereka. Padahal, kalau dipikir lagi, orang yang mengetik komentar itu mungkin cuma iseng atau sedang memproyeksikan rasa nggak bahagia mereka sendiri ke orang lain. Mempelajari seni untuk menjadi bodo amat itu artinya kamu memberikan izin bagi diri sendiri untuk nggak lagi jadi budak validasi orang lain. Kamu mulai sadar kalau energi kamu itu sangat terbatas, jadi sangat sayang kalau harus dihabiskan buat memikirkan opini orang yang bahkan nggak kenal siapa kamu sebenarnya. Di tahun ini, menjadi bahagia itu artinya kamu berani buat jadi diri sendiri tanpa harus minta izin atau persetujuan dari netizen di luar sana.

Gaya hidup ini sebenernya sangat membebaskan karena kamu nggak lagi merasa harus tampil sempurna setiap saat. Kamu bisa membagikan momen apa saja yang emang kamu sukai tanpa harus takut dicap ini-itu. Ada kekuatan besar saat kamu bisa bilang pada diri sendiri kalau opini orang lain itu bukan urusan kamu. Kamu mulai belajar buat membedakan mana kritik yang emang membangun dan mana yang cuma sekadar serangan personal yang nggak berdasar. Dengan fokus pada apa yang ada di dalam kendali kamu, hidup terasa jauh lebih ringan dan nggak penuh tekanan yang nggak perlu. Menjadi bodo amat adalah tentang menempatkan kebahagiaan kamu di atas segalanya, karena pada akhirnya, kamulah yang paling bertanggung jawab atas ketenangan hati kamu sendiri.

Membangun Benteng Pertahanan Mental Dari Opini Publik

Sering kali kita merasa tertekan karena merasa harus selalu merespons setiap omongan orang tentang hidup kita. Padahal, cara paling efektif buat menghadapi komentar netizen yang nggak sehat adalah dengan nggak memberikan perhatian sama sekali. Semakin kamu merespons, semakin mereka merasa menang karena berhasil mengganggu ketenangan kamu. Di tahun 2026 ini, banyak orang yang sudah mulai paham kalau fitur block dan mute adalah sahabat terbaik buat menjaga kedamaian pikiran. Kamu nggak punya kewajiban buat mendengarkan suara yang cuma bikin kamu merasa buruk tentang diri sendiri. Memilih buat nggak baca kolom komentar tertentu adalah langkah awal yang sangat bijak buat menjaga kesehatan mental kamu tetap prima.

Gue ngerasa kalau kita selama ini terlalu baik hati membiarkan orang asing masuk ke ruang pribadi kita lewat layar ponsel. Padahal, rumah pikiran kamu itu adalah tempat yang sakral. Jangan biarkan sembarang orang masuk dan meninggalkan kotoran berupa kata-kata kasar atau penghakiman. Menjadi bodo amat berarti kamu punya filter yang kuat buat menyaring mana informasi yang layak masuk ke hati dan mana yang harus langsung dibuang ke tempat sampah. Kamu jadi punya lebih banyak ruang buat memikirkan hal-hal yang benar-benar produktif dan bikin kamu berkembang sebagai individu. Ketenangan batin itu nggak datang secara gratis, kamu harus memperjuangkannya dengan cara berani mengabaikan hal-hal yang nggak penting.

Seni mengabaikan ini juga ngebantu kamu buat lebih percaya diri sama pilihan hidup yang kamu ambil. Mau kamu milih buat gaya hidup minimalis, milih karier yang nggak biasa, atau milih buat nggak nikah muda, netizen pasti selalu punya bahan buat berkomentar. Kalau kamu terlalu dengerin mereka, kamu bakal kehilangan jati diri dan cuma jadi boneka yang digerakkan oleh tren sosial. Dengan sikap bodo amat, kamu jadi punya integritas diri yang kuat. Kamu tahu apa yang bikin kamu bahagia dan kamu berani buat memperjuangkan itu meskipun banyak orang yang nggak setuju. Inilah yang gue sebut sebagai kebebasan sejati yang bikin hidup kamu jadi lebih berwarna dan nggak membosankan.

Menghindari Jebakan Validasi Digital Yang Menyesatkan

Angka suka dan jumlah pengikut sering kali jadi racun yang bikin kita kecanduan buat terus tampil luar biasa di mata orang lain. Kita jadi sering merasa sedih kalau unggahan kita nggak dapet respon yang sesuai harapan. Padahal, nilai diri kamu itu nggak pernah ditentukan oleh algoritma media sosial. Gaya hidup bodo amat ngajarin kita buat balik lagi ke kenyataan kalau interaksi di dunia nyata itu jauh lebih penting daripada jempol di dunia maya. Kamu nggak perlu lagi merasa harus beli barang mahal atau pergi ke tempat hits cuma buat dapet validasi dari orang-orang yang bahkan nggak akan ada pas kamu lagi susah. Fokuslah pada bagaimana kamu membangun hubungan yang berkualitas dengan orang-orang terdekat di sekitar kamu.

Gue ngerasa kalau kita itu sering terjebak dalam lingkaran setan yang bikin kita selalu ngerasa kurang. Lihat orang lain sukses, kita minder. Lihat orang lain jalan-jalan, kita ngerasa hidup kita monoton. Sikap bodo amat ngebantu kita buat bilang stop pada semua perbandingan itu. Kamu mulai fokus pada perjalanan kamu sendiri dan menghargai setiap progres kecil yang kamu buat. Sukses itu definisinya sangat luas, dan kamu berhak menentukan sukses versi kamu sendiri tanpa harus dengerin standar netizen. Menjadi biasa saja tapi bahagia itu jauh lebih baik daripada terlihat luar biasa tapi batinnya tersiksa karena terus-menerus ngejar pengakuan yang nggak ada habisnya.

Keberanian buat nggak disukai orang lain itu adalah sebuah kemewahan di zaman sekarang. Nggak semua orang harus suka sama kamu, dan itu nggak apa-apa banget. Bahkan orang yang paling baik pun pasti ada saja yang nggak suka. Jadi, kenapa kamu harus capek-capek berusaha nyenengin semua orang? Dengan menerima kalau kamu bakal selalu dapet komentar miring, kamu justru jadi lebih santai menjalani hari. Kamu nggak lagi cemas mikirin "nanti orang bilang apa" setiap kali mau ngelakuin sesuatu. Kamu cuma mikir "ini bikin gue seneng nggak?" dan kalau jawabannya iya, ya lakuin saja tanpa ragu sedikit pun.

Memprioritaskan Energi Untuk Hal Yang Bermanfaat

Setiap kali kamu marah atau sedih gara-gara komentar netizen, kamu sebenernya lagi memberikan energi kamu secara cuma-cuma buat orang itu. Padahal, energi itu bisa kamu gunain buat hobi, buat belajar hal baru, atau buat istirahat yang berkualitas. Gaya hidup bodo amat ngajarin kita buat jadi pelit sama energi kita sendiri. Jangan biarkan hal-hal receh merusak suasana hati kamu sepanjang hari. Kamu punya hak penuh buat mengalihkan perhatian ke hal lain yang jauh lebih menyenangkan dan memberikan dampak positif bagi hidup kamu. Semakin kamu nggak peduli sama drama internet, semakin banyak waktu yang kamu punya buat bener-bener menikmati hidup.

Gue pribadi ngerasa lebih produktif semenjak mulai nerapin prinsip bodo amat ini. Gue nggak lagi kepikiran sama perdebatan nggak penting di media sosial atau berita-berita viral yang cuma bikin pusing. Gue lebih milih buat baca buku, olahraga, atau sekadar melamun tenang di teras rumah. Kedamaian yang gue dapet itu jauh lebih memuaskan daripada dapet ribuan notifikasi di ponsel. Kamu bakal kaget sendiri pas sadar betapa banyaknya waktu yang selama ini terbuang cuma buat mikirin opini orang lain. Waktu itu nggak bisa balik lagi, jadi pakailah buat hal-hal yang bikin kamu ngerasa hidup kamu itu bermakna buat diri kamu sendiri.

Menjaga fokus itu penting banget di tengah dunia yang makin penuh sama distraksi. Orang yang punya sikap bodo amat biasanya punya konsentrasi yang lebih bagus karena mereka nggak gampang keganggu sama hal-hal di luar tujuan mereka. Kamu jadi punya mental yang lebih kuat dan nggak gampang goyah saat ada rintangan. Kritik yang masuk cuma kamu anggep angin lalu kalau emang nggak ada isinya. Kamu cuma dengerin orang yang emang kamu percaya dan emang punya niat baik buat ngebantu kamu tumbuh. Inilah cara hidup yang efisien dan bikin kamu nggak gampang kena burnout gara-gara tekanan sosial yang nggak masuk akal.

Menjaga Kedamaian Batin Di Tengah Arus Informasi

Dunia digital sekarang itu kayak air bah yang isinya macem-macem, ada yang jernih tapi banyakan yang kotor. Kalau kamu nggak punya sikap bodo amat, kamu bakal tenggelam dalam emosi negatif yang dibawa sama arus informasi itu. Banyak berita hoax, banyak komentar kebencian, dan banyak pamer kemewahan yang bisa bikin kamu merasa kecil. Dengan menjadi bodo amat, kamu seolah-olah punya pelampung yang bikin kamu tetep bisa napas dan nggak gampang stres. Kamu belajar buat nggak menelan mentah-mentah apa yang kamu liat di layar. Kamu punya pemikiran kritis dan nggak gampang ikut-ikutan tren yang sebenernya nggak cocok sama nilai-nilai hidup kamu.

Gue sering ngerasa kalau ketenangan itu adalah harta paling mahal di tahun 2026. Banyak orang punya uang banyak tapi nggak punya ketenangan. Banyak orang punya popularitas tapi tiap malam nggak bisa tidur karena mikirin komentar netizen. Memilih buat jadi orang biasa yang bodo amat sama omongan orang luar itu adalah jalan pintas menuju kebahagiaan yang stabil. Kamu nggak lagi tergantung sama kondisi eksternal buat merasa senang. Kebahagiaan kamu ada di dalam diri kamu, dan itu nggak bisa dicuri sama netizen manapun sekeras apa pun mereka mencoba. Kamu jadi pribadi yang lebih tenang, lebih sabar, dan lebih bijak dalam menghadapi setiap situasi hidup.

Membiasakan diri buat nggak bereaksi terhadap provokasi internet itu butuh latihan yang konsisten. Awalnya mungkin kamu bakal gatel pengen bales komentar pedas, tapi coba tahan diri. Rasakan sensasi kemenangan saat kamu milih buat diam dan nggak peduli. Itu adalah kemenangan atas ego kamu sendiri. Lama-kelamaan, kamu bakal merasa kalau hal-hal kayak gitu itu lucu dan nggak pantes buat dapet perhatian kamu sama sekali. Kamu naik kelas secara mental dan jadi orang yang jauh lebih dewasa. Ketenangan yang kamu rasakan itu bakal terpancar ke orang-orang di sekitar kamu dan bikin lingkungan kamu jadi lebih positif juga.

Menemukan Kebahagiaan Dalam Kesederhanaan Hidup

Saat kamu sudah nggak peduli sama apa yang orang lain pikirkan, kamu bakal mulai menemukan kebahagiaan dalam hal-hal yang sangat sederhana. Kamu nggak butuh pengakuan kalau kamu lagi makan enak, kamu cuma butuh menikmati rasa makanannya. Kamu nggak butuh pengakuan kalau kamu lagi liburan, kamu cuma butuh menikmati suasana tempatnya. Hidup jadi lebih jujur dan apa adanya. Kamu nggak lagi melakukan sesuatu demi kepentingan citra atau personal branding yang melelahkan. Kamu melakukan sesuatu karena emang itu yang kamu pengen lakuin. Inilah awal dari kehidupan yang bener-bener otentik dan bikin kamu ngerasa utuh sebagai manusia.

Gue ngerasa kalau kita selama ini terlalu sibuk ngebangun panggung buat dilihat orang lain, sampai kita lupa ngebangun rumah yang nyaman buat diri kita sendiri. Gaya hidup bodo amat ngajarin kita buat balik fokus ngebangun rumah itu. Rumah yang isinya adalah hal-hal yang bener-bener kita cintai, hobi yang bener-bener bikin kita seneng, dan orang-orang yang bener-bener sayang sama kita tanpa syarat. Kamu jadi nggak butuh lagi tuh tepuk tangan dari orang asing buat ngerasa kalau hidup kamu berharga. Cukup dengan merasa cukup, itu sudah sebuah pencapaian yang sangat besar di zaman yang serba kurang ini.

Kebahagiaan yang sederhana ini sifatnya awet dan nggak gampang hilang. Kamu nggak perlu terus-menerus nyari rangsangan baru dari luar buat ngerasa seneng. Kamu bisa bahagia cuma dengan duduk diam sambil dengerin lagu favorit, atau dengan jalan kaki sore-sore di sekitar komplek rumah. Rasa syukur kamu bakal meningkat tajam karena kamu nggak lagi sibuk liatin rumput tetangga yang kelihatan lebih hijau di Instagram. Kamu sadar kalau rumput kamu sendiri juga hijau dan nyaman buat dipake istirahat. Sikap bodo amat ngebantu kamu buat merayakan hidup apa adanya dengan penuh suka cita setiap harinya.

Mengelola Emosi Agar Tidak Mudah Tersulut

Satu hal yang paling menonjol dari gaya hidup bodo amat adalah kemampuan buat mengelola emosi dengan sangat baik. Kamu nggak lagi jadi orang yang sumbu pendek yang gampang marah gara-gara ada orang yang beda pendapat di internet. Kamu sadar kalau setiap orang punya hak buat jadi salah, dan itu bukan tanggung jawab kamu buat benerin mereka. Dengan melepaskan keinginan buat selalu bener di depan netizen, kamu nyelamatin banyak energi dan kedamaian pikiran. Kamu jadi orang yang lebih rileks dan nggak gampang kena darah tinggi cuma gara-gara debat kusir yang nggak ada gunanya di kolom komentar.

Gue melihat kalau orang yang bisa bodo amat itu biasanya punya selera humor yang bagus. Mereka bisa ketawa liat komentar aneh netizen karena mereka nganggep itu sebagai hiburan saja, bukan sebagai serangan mental. Mereka nggak masukin hal-hal itu ke hati. Kemampuan buat menertawakan situasi yang absurd adalah tanda kalau mental kamu sudah sangat sehat. Kamu nggak lagi nganggep diri kamu terlalu serius sampai-sampai setiap kritik kecil ngerasa kayak kiamat. Hidup itu cuma sekali, masa mau dihabisin buat baper sama orang yang bahkan nggak pernah kita temuin mukanya secara langsung?

Mengelola emosi itu artinya kamu jadi penguasa atas perasaan kamu sendiri. Kamu nggak lagi memberikan kunci kebahagiaan kamu ke tangan netizen. Kamu yang nentuin kapan kamu mau seneng dan kapan kamu mau sedih. Dan dengan prinsip bodo amat, kamu bakal lebih sering milih buat seneng karena kamu tahu kalau sebagian besar hal yang bikin stres di internet itu sebenernya nggak penting-penting banget. Kamu jadi lebih fokus pada pengembangan diri dan pencapaian target-target personal yang emang kamu pengen capai. Hidup jadi lebih terarah dan penuh sama hal-hal yang membangun karakter kamu jadi lebih kuat.

Membangun Relasi Yang Tulus Di Dunia Nyata

Saat kamu berhenti ngejar validasi netizen, kamu punya lebih banyak waktu buat bener-bener hadir buat orang-orang di dunia nyata. Kamu nggak lagi sibuk pegang ponsel pas lagi makan bareng temen atau keluarga. Kamu bener-bener dengerin apa yang mereka omongin dan kamu bisa memberikan respon yang lebih tulus. Hubungan kamu sama orang-orang terdekat bakal jadi jauh lebih kuat dan bermakna. Inilah yang sebenernya kita butuhin sebagai manusia sosial, yaitu koneksi yang nyata dan mendalam, bukan cuma sekadar interaksi permukaan di media sosial yang sering kali palsu dan penuh kepura-puraan.

Gue ngerasa kalau kita sering banget kehilangan momen-momen emas sama orang tersayang cuma karena kita terlalu sibuk liatin apa yang netizen omongin soal kita. Gaya hidup bodo amat balikin kita ke jalan yang bener. Kamu jadi lebih menghargai keberadaan orang-orang yang emang ada di samping kamu pas kamu lagi bener-bener di titik terendah. Netizen mungkin bakal ilang pas kamu susah, tapi keluarga dan temen deket bakal tetep ada. Jadi, buat apa kita lebih dengerin suara netizen daripada suara orang-orang yang beneran sayang sama kita? Logikanya simpel banget, tapi sering kali kita lupa karena silau sama lampu-lampu digital yang menjanjikan popularitas semu.

Kehadiran yang utuh di dunia nyata itu adalah bentuk hadiah paling berharga yang bisa kamu kasih buat diri sendiri dan orang lain. Kamu jadi pribadi yang lebih hangat dan lebih peka sama keadaan sekitar. Kamu bisa ngerasain kebahagiaan yang beneran meresap ke dalam hati pas kamu bisa bantu orang lain atau sekadar berbagi tawa yang lepas tanpa ada beban pikiran soal citra digital kamu. Hidup jadi kerasa lebih hidup. Kamu nggak lagi merasa kayak robot yang harus selalu tampil sesuai standar industri media sosial. Kamu adalah manusia bebas yang punya hak buat menikmati hidup dengan cara yang paling tulus dan paling jujur yang kamu bisa lakuin.

Menghargai Proses Dan Pertumbuhan Diri Sendiri

Sikap bodo amat ngebantu kamu buat lebih sabar sama proses pertumbuhan diri kamu. Kamu nggak lagi merasa harus buru-buru sukses cuma karena lihat orang lain sudah sukses duluan. Kamu sadar kalau setiap orang punya ritme hidup yang beda-beda. Kamu lebih fokus pada gimana kamu bisa jadi lebih baik dari diri kamu yang kemarin, bukan jadi lebih baik dari orang lain. Fokus pada progres internal ini bikin kamu nggak gampang menyerah dan tetep semangat meskipun hasil yang kamu harapkan belum kelihatan secara instan. Kamu jadi punya daya tahan mental yang sangat bagus dalam menghadapi tekanan hidup yang makin kompleks.

Gue sering ngerasa kalau tekanan buat sukses secara instan itu adalah salah satu penyebab utama stres di kalangan anak muda zaman sekarang. Media sosial terus-menerus pamerin hasil akhir tanpa pernah kasih liat proses berdarah-darahnya di belakang. Gaya hidup bodo amat bikin kamu nggak gampang ketipu sama narasi-narasi itu. Kamu sadar kalau kerja keras dan konsistensi itu butuh waktu. Kamu jadi lebih menghargai setiap kegagalan sebagai bahan belajar, bukan sebagai alasan buat berhenti. Kamu jadi punya mental juara yang sebenernya, yaitu mental yang tetep bisa berdiri tegak meskipun berkali-kali dapet nyinyiran atau kritik dari orang luar yang nggak tahu apa-apa soal perjuangan kamu.

Pertumbuhan diri yang sehat itu adalah pertumbuhan yang nggak dipaksakan cuma buat dapetin pujian. Kamu tumbuh karena kamu emang pengen jadi pribadi yang lebih berkualitas. Kamu belajar bahasa baru, belajar skill baru, atau belajar cara berpikir baru karena itu bikin kamu ngerasa hidup kamu lebih lengkap. Bukan karena pengen dapet label "pinter" dari netizen. Motivasi yang datang dari dalam diri sendiri ini jauh lebih kuat dan tahan lama daripada motivasi yang datang dari luar. Kamu jadi pribadi yang mandiri secara emosional dan intelektual, dan itulah yang sebenernya bikin kamu jadi orang yang bener-bener menarik di mata orang yang tepat.

Menjaga Integritas Diri Di Tengah Badai Tren

Banyak orang yang rela ngorbanin nilai-nilai hidupnya cuma buat dapet perhatian atau biar nggak dianggap ketinggalan zaman oleh netizen. Mereka ikut-ikutan ngomongin hal yang mereka nggak paham atau ngelakuin hal yang sebenernya bertentangan sama hati nurani mereka. Dengan gaya hidup bodo amat, kamu punya keberanian buat tetep teguh pada prinsip kamu meskipun itu nggak populer. Kamu nggak takut buat dibilang aneh atau ketinggalan zaman selama kamu ngerasa apa yang kamu lakuin itu bener. Integritas diri inilah yang bikin kamu punya karakter yang kuat dan nggak gampang goyah.

Gue ngerasa kalau menjadi berbeda itu adalah sebuah kekuatan, bukan sebuah kelemahan. Netizen sering kali ngerasa terancam sama orang yang berani beda dan nggak mau ikut arus. Mereka bakal coba buat narik kamu balik ke arus yang sama lewat komentar-komentar negatif. Tapi kalau kamu punya sikap bodo amat yang kuat, semua serangan itu nggak bakal mempan. Kamu tetep melangkah dengan jalan kamu sendiri dengan penuh keyakinan. Pada akhirnya, orang-orang bakal mulai menghormati kamu karena keteguhan kamu. Mereka bakal ngeliat kamu sebagai sosok yang punya jati diri yang jelas dan nggak gampang disetir sama opini publik yang nggak jelas arahnya.

Menjadi diri sendiri yang otentik adalah bentuk pencapaian tertinggi dalam hidup. Kamu nggak lagi merasa harus jadi orang lain cuma buat dapet tempat di hati masyarakat digital. Kamu sudah punya tempat yang sangat nyaman di dalam hati kamu sendiri, dan itu sudah lebih dari cukup. Dengan menjaga integritas diri, kamu juga bakal narik orang-orang yang punya nilai-nilai yang sama buat masuk ke hidup kamu. Kamu jadi punya lingkaran pertemanan yang bener-bener solid dan saling menghargai. Hidup jadi jauh lebih damai pas kamu sudah nggak lagi berperang sama diri sendiri cuma demi nyenengin netizen yang bahkan nggak peduli sama kesejahteraan kamu.

Merayakan Kebebasan Berpikir Dan Bertindak

Sikap bodo amat pada akhirnya adalah tentang merayakan kebebasan kamu sebagai manusia. Kebebasan buat punya pikiran sendiri, kebebasan buat punya hobi sendiri, dan kebebasan buat menentukan jalan hidup sendiri. Jangan biarkan layar kecil di tangan kamu mendikte bagaimana kamu harus menjalani hidup yang cuma sekali ini. Netizen itu cuma penonton, dan penonton itu sering kali cuma berisik tapi nggak ngaruh apa-apa kalau kamu nggak kasih mereka ijin buat ngaruhin hidup kamu. Jadilah sutradara dan aktor utama dalam drama hidup kamu sendiri dengan penuh percaya diri dan rasa bodo amat yang sehat.

Gue percaya kalau setiap orang punya kapasitas buat bahagia tanpa harus nunggu persetujuan dari dunia luar. Kita cuma perlu keberanian buat matiin suara-suara berisik dari netizen dan mulai dengerin suara dari dalam hati kita sendiri. Dunia ini luas banget, jangan cuma dihabisin di dalam kotak komentar yang sempit dan penuh kebencian. Keluarlah, nikmati hidup, lakukan kesalahan, belajar lagi, dan tetep bahagia dengan cara kamu sendiri. Gaya hidup bodo amat bukan soal jadi orang yang antisosial, tapi soal jadi orang yang punya kontrol penuh atas kebahagiaannya sendiri di tengah dunia yang makin gila sama validasi digital.

Jadilah pribadi yang kuat, yang nggak gampang tumbang cuma gara-gara satu dua kalimat pedas di internet. Inget kalau kamu itu lebih dari sekadar profil media sosial kamu. Kamu adalah manusia yang punya rasa, punya mimpi, dan punya perjalanan yang unik. Rayakan setiap momen hidup kamu dengan penuh rasa syukur. Jangan biarkan satu hari pun terbuang cuma buat ngerasa sedih gara-gara omongan orang yang nggak relevan. Tetep fokus pada hal-hal yang bikin kamu senyum, hal-hal yang bikin kamu tumbuh, dan hal-hal yang bikin dunia ini jadi tempat yang sedikit lebih baik lewat keberadaan kamu yang apa adanya.

image source : Unsplash, Inc.

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال