Kondangan Tanpa Pasangan: Saat Datang Sendirian Bukan Lagi Hal Memalukan

ardipedia.com – Pernah tidak sih kamu merasa tiba-tiba keringat dingin atau mendadak pengen pura-pura sakit pas dapet undangan pernikahan di grup WhatsApp? Apalagi pas tahu kalau teman-teman se-geng kamu bakal datang bawa gandengan semua, sementara kamu masih asyik dengan status single atau memang lagi pengen me time saja. Masalahnya bukan karena kamu tidak ikut senang melihat teman menikah, tapi lebih ke arah perasaan awkward yang luar biasa karena harus masuk ke gedung sendirian tanpa ada yang bisa diajak small talk sambil antre makanan. Fenomena kondangan sendirian ini sering kali jadi momok yang bikin banyak orang lebih memilih untuk titip amplop saja lewat ojek daring daripada harus hadir secara fisik. Padahal kalau dipikir lagi, datang sendirian itu sebenarnya totally fine dan tidak seburuk yang dibayangkan dalam pikiran kita sendiri.

Dulu mungkin ada semacam beban sosial yang tidak tertulis kalau pergi ke acara formal itu wajib hukumnya punya gandengan biar tidak kelihatan menyedihkan. Ada perasaan seolah-olah semua mata bakal tertuju ke kamu pas lagi jalan di karpet merah menuju pelaminan sendirian, kayak lagi diaudit sama seluruh tamu undangan. Tapi sekarang zaman sudah banyak berubah dan cara pandang orang terhadap kemandirian juga sudah jauh lebih positif. Datang tanpa pasangan bukan berarti kamu tidak laku atau kesepian, justru itu menunjukkan kalau kamu adalah pribadi yang confident dan menghargai relasi kamu dengan si pemilik acara tanpa perlu validasi dari kehadiran orang lain di samping kamu.

Gue sering merasa kalau ekspektasi sosial ini kadang memang suka too much. Kita sering terjebak dalam pikiran kalau orang lain bakal membicarakan kita, padahal kenyataannya semua orang di sana juga sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang sibuk cari menu gubukan yang paling enak, sibuk benerin makeup yang mulai luntur, atau sibuk reunian sama teman lama. Jadi sebenarnya tidak ada yang benar-benar peduli apakah kamu datang sendirian atau bawa rombongan sirkus sekalipun. Mereka bakal terlalu sibuk sama piring masing-masing buat mikirin status hubungan kamu.

Merayakan Kebebasan Tanpa Harus Kompromi

Menjadi tamu yang datang sendirian itu sebenarnya memberikan kamu freedom yang tidak dimiliki oleh mereka yang datang berpasangan. Kamu punya kendali penuh atas waktu kamu sendiri tanpa perlu tanya sana-sini. Kamu ingin pulang lebih awal karena merasa sudah cukup menyapa pengantin? Go ahead. Kamu ingin berlama-lama di pojok es krim karena rasanya enak banget? Tidak ada yang melarang. Kamu tidak perlu kompromi sama pasangan yang mungkin sudah bosan atau pengen cepat-cepat pindah ke acara lain karena ada janji lain. Kebebasan ini yang sering kali kita lupakan karena terlalu fokus pada rasa malu yang sebenarnya cuma ada di kepala kita sendiri.

Selain itu, datang sendirian adalah momen yang pas buat melatih social skills kamu. Pas kita bawa pasangan, kita cenderung cuma bakal ngobrol sama pasangan kita saja karena merasa sudah nyaman. Kita jadi kurang terbuka untuk menyapa teman-teman lama atau sekadar basa-basi sama kenalan baru. Dengan datang sendiri, kamu dipaksa untuk keluar dari comfort zone dan membuka percakapan dengan orang lain. Ini adalah cara yang sangat oke untuk memperluas networking atau sekadar menjalin kembali komunikasi yang sempat terputus sama teman sekolah atau rekan kerja lama yang tidak sengaja ketemu.

Jangan biarkan rasa canggung menghalangi kamu untuk menikmati momen bahagia orang-orang terdekat. Ingat kalau tujuan utama kamu datang ke sana adalah untuk memberikan doa restu dan menunjukkan rasa hormat kepada yang mengundang. Kehadiran kamu itu sangat berarti buat mereka, terlepas dari kamu datang bersama siapa. Mereka bakal lebih menghargai kamu yang menyempatkan hadir secara fisik daripada kamu yang cuma kirim ucapan lewat pesan singkat karena alasan tidak ada teman jalan.

Mengatasi Pikiran Berisik Sebelum Berangkat

Sering kali yang bikin kita malas berangkat kondangan sendirian adalah skenario buruk atau overthinking yang kita buat sendiri. Kita takut ditanya kapan nyusul atau pertanyaan-pertanyaan basa-basi lainnya yang kadang memang agak bikin mood turun. Tapi kalau dipikir lagi, pertanyaan itu bakal tetap ada mau kamu datang sendiri atau berdua sekalipun. Orang yang hobinya tanya-tanya hal pribadi bakal selalu menemukan celah untuk bertanya. Jadi daripada pusing mikirin jawaban atau merasa tersinggung, mendingan kita siapkan mental yang santai saja.

Anggap saja pertanyaan kapan menyusul itu cuma background noise yang tidak perlu diambil pusing. Kamu bisa menjawab dengan senyuman paling manis atau jawaban yang ringan seperti mohon doanya saja ya. Tidak perlu merasa defensive karena biasanya orang yang bertanya juga cuma sekadar pengen buka obrolan dan tidak benar-benar pengen tahu urusan pribadi kamu secara mendalam. Dengan bersikap chill, kamu menunjukkan kalau kamu bahagia dengan hidup kamu sekarang dan tidak merasa terbebani dengan ekspektasi orang lain.

Gue juga sering merasa kalau kunci utama biar tidak merasa canggung adalah dengan tampil stunning. Pakai baju yang menurut kamu paling nyaman dan bikin kamu merasa keren maksimal. Pas kamu merasa penampilan kamu sudah on point, rasa percaya diri itu bakal muncul dengan sendirinya secara alami. Kamu bakal berjalan lebih tegak dan tidak merasa perlu bersembunyi di balik layar ponsel terus-menerus. Penampilan yang oke adalah mood booster terbaik buat mengusir rasa minder pas harus masuk ke gedung sendirian.

Hunting Makanan Jadi Lebih Efisien

Salah satu keuntungan paling nyata kalau datang kondangan sendirian adalah kamu bisa eksplorasi makanan dengan lebih bebas dan efisien. Kamu tidak perlu menunggu pasangan yang antreannya masih panjang di bagian kambing guling sementara kamu sudah sangat pengen makan siomay. Kamu bisa langsung menuju target makanan yang kamu incar tanpa perlu banyak diskusi atau debat mau makan apa dulu. Ini mungkin terdengar sepele, tapi buat para pemburu kuliner di acara pernikahan, ini adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki.

Sering kali di acara pernikahan, kursi yang tersedia itu rebutan banget. Kalau kamu sendirian, mencari satu kursi kosong itu jauh lebih mudah daripada mencari dua kursi yang bersebelahan. Kamu bisa duduk di mana saja dan mungkin malah bisa bergabung dengan meja yang isinya orang-orang seru yang belum kamu kenal sebelumnya. Ini adalah kesempatan bagus buat mendengarkan cerita-cerita baru atau sekadar mengamati keramaian dari sudut pandang yang berbeda sambil menikmati hidangan penutup.

Datang sendirian juga membuat kamu jadi lebih peka sama vibes di sekitar kamu. Kamu bisa lebih fokus melihat dekorasi yang cantik, dengerin musik pengiring dengan lebih santai, atau melihat detail-detail kecil dari acara tersebut yang mungkin terlewat kalau kamu sibuk ngobrol sama pasangan. Ada semacam ketenangan tersendiri saat kita bisa hadir sepenuhnya di sebuah momen tanpa ada gangguan atau rasa harus terus menghibur orang yang kita bawa.

Menghapus Stigma Single Itu Menyedihkan

Kita hidup di masa di mana pilihan hidup seseorang itu sangat dihargai dan dijunjung tinggi. Menjadi lajang atau memilih untuk melakukan banyak hal sendirian bukan lagi sesuatu yang dianggap aneh atau weird. Justru sekarang banyak orang yang mengagumi kemandirian tersebut. Datang ke kondangan sendirian adalah salah satu bentuk statement kalau kamu adalah individu yang utuh dan tidak butuh "aksesori" orang lain hanya untuk sekadar hadir di sebuah acara sosial.

Jangan pernah merasa kalau kamu sedang dikasihani oleh orang lain saat berdiri sendirian. Itu cuma proyeksi dari rasa insecure yang mungkin masih ada di dalam diri. Kalau kamu terlihat asyik dan menikmati suasana, orang lain pun akan melihat kamu sebagai sosok yang menyenangkan dan berkarakter. Tidak ada yang salah dengan menikmati waktu sendiri di tengah keramaian. Banyak kok orang yang sebenarnya datang berpasangan tapi malah kelihatan bosan karena tidak ada komunikasi yang nyambung dengan pasangannya selama acara.

Gue percaya kalau semakin sering kamu membiasakan diri untuk pergi ke acara-acara formal sendirian, maka rasa canggung itu akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Ini seperti melatih otot mental kamu agar lebih kuat. Awalnya mungkin terasa kaku dan pengen cepat-cepat kabur, tapi lama-lama kamu akan merasa biasa saja. Kamu bakal sampai di tahap di mana kamu tidak lagi peduli apakah ada orang di samping kamu atau tidak pas lagi antre salaman di pelaminan.

Tips Tetap Asyik Pas Lagi Sendirian

Kalau kamu merasa benar-benar tidak ada teman yang dikenal di acara tersebut, jangan langsung panik. Kamu bisa mencoba untuk mencari orang lain yang juga kelihatan sendirian atau lagi tidak mengobrol sama siapa pun. Biasanya mereka juga merasakan hal yang sama kayak kamu dan bakal sangat senang kalau ada yang memulai obrolan. Mulailah dengan topik yang paling aman seperti tanya tentang hubungan mereka sama pengantin atau sekadar puji dekorasi bunganya yang kelihatan sangat niat.

Jangan terlalu sering menunduk liatin ponsel. Meskipun ponsel sering jadi penyelamat pas lagi merasa awkward, tapi kalau kamu terus-menerus main game atau scrolling media sosial, kamu jadi kelihatan tertutup dan tidak pengen diganggu sama sekali. Simpan ponsel di tas, dan cobalah untuk benar-benar ada di sana secara mental. Lihat ke sekeliling, berikan senyuman tulus kalau ada yang tidak sengaja tatapan mata sama kamu. Sikap yang terbuka ini bakal bikin aura kamu jadi lebih positif dan orang lain tidak akan segan untuk menyapa duluan.

Kalau memang kamu sudah merasa cukup dan energi sosial kamu sudah mulai habis, ya pulang saja. Tidak ada aturan hukum yang mengharuskan kamu tinggal sampai lampu gedung dimatikan. Yang paling penting adalah kamu sudah menunjukkan niat baik buat datang dan kasih ucapan selamat secara langsung. Pulang lebih awal bukan berarti kamu gagal menikmati acara, tapi itu adalah tanda kalau kamu tahu batas kenyamanan diri kamu sendiri. Menghargai diri sendiri itu jauh lebih penting daripada memaksakan diri bertahan di situasi yang bikin kamu stres atau merasa tidak nyaman.

Menghadapi Komentar Random Dengan Kepala Dingin

Kadang memang ada saja satu atau dua tamu yang mulutnya agak kurang rem dan kasih komentar yang sedikit menyentil soal status kesendirian kamu. Menghadapi orang kayak begini tidak perlu pakai emosi atau diambil hati banget. Cukup tanggapi dengan gaya yang santai dan sedikit humor biar suasana tidak kaku. Misalnya kalau ditanya mana gandengannya, kamu bisa jawab kalau lagi disimpan buat acara yang lebih besar lagi atau jawaban-jawaban bercanda lainnya yang bikin mereka berhenti tanya tanpa bikin suasana jadi tidak enak.

Komentar orang lain itu sebenarnya bukan cerminan dari diri kamu, tapi lebih ke arah bagaimana cara mereka memandang dunia yang mungkin masih agak kuno. Kalau mereka merasa harus selalu berpasangan untuk bisa bahagia, itu pilihan mereka. Kamu tidak perlu mengikuti standar kebahagiaan orang lain yang belum tentu cocok sama kamu. Tetaplah pada prinsip kalau kamu datang ke sana untuk menghargai undangan dan bersenang-senang dengan cara kamu sendiri yang unik.

Gue merasa kalau kita terlalu sering memberikan izin buat kata-kata orang lain merusak hari kita. Padahal kalau kita tidak ambil pusing, kata-kata itu tidak akan punya efek apa-apa ke perasaan kita. Jadi kalau ada yang komentar miring, anggap saja itu bagian dari bumbu-bumbu kondangan yang tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. Fokus saja sama menu dimsum atau satai ayam yang rasanya jauh lebih penting buat dinikmati daripada mikirin omongan orang.

Kehadiran Kamu Adalah Hadiah Terbaik

Pada akhirnya, kondangan itu tentang relasi dan apresiasi antara kamu sama orang yang mengundang. Mereka kirim undangan ke kamu karena mereka benar-benar pengen kamu jadi saksi di hari paling bahagia mereka. Mereka tidak akan pusing mikirin kamu datang bawa siapa, yang mereka butuhkan adalah kehadiran kamu secara fisik dan doa tulus kamu. Dengan datang meskipun sendirian, kamu sudah menunjukkan kalau kamu adalah teman yang sangat menghargai sebuah ikatan pertemanan.

Bayangkan kalau kamu yang ada di posisi pengantin di atas pelaminan sana. Kamu pasti bakal merasa senang banget melihat teman kamu datang dari jauh, kasih salaman yang hangat, dan kelihatan menikmati makanan yang sudah kamu siapkan dengan susah payah. Kamu tidak akan sempat memikirkan apakah teman kamu itu datang sendirian atau tidak karena kamu terlalu bahagia melihat mereka ada di sana. Jadi jangan sampai rasa tidak percaya diri kamu mengalahkan rasa hormat kamu kepada teman yang lagi merayakan hari besarnya.

Datang sendirian itu sebenarnya keren banget. Itu menunjukkan kalau kamu punya mental yang kuat buat menghadapi situasi yang bagi banyak orang mungkin menakutkan. Itu menunjukkan kalau kamu punya personality yang mantap dan tidak mudah terbawa arus pendapat orang lain yang sering kali tidak relevan. Jadi buat kondangan minggu depan, siapkan baju terbaik kamu, pakai parfum yang paling bikin kamu percaya diri, dan melangkahlah dengan penuh keyakinan meskipun tanpa gandengan di tangan.

Dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena kamu tidak bawa pasangan ke acara pernikahan. Yang ada malah mungkin kamu bakal menemukan banyak keseruan baru yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya kalau kamu cuma diam di rumah. Jadilah tamu yang mengesankan dengan keramahan kamu, bukan cuma sekadar pamer status hubungan yang sebenarnya tidak menentukan kualitas diri kamu. Karena pada akhirnya, yang bakal selalu diingat orang adalah ketulusan kamu, bukan siapa yang berdiri di samping kamu pas sesi foto bersama.

image source : Unsplash, Inc.

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال