ardipedia.com – Kamu pernah enggak sih, lagi semangat-semangatnya diet, terus tiba-tiba ada ajakan nongkrong di kafe atau makan martabak malam-malam? Rasanya tuh kayak lagi ada di momen yang enggak enak banget. Kalau kamu bilang "enggak", kamu jadi ngerasa enggak enak sama teman. Kalau kamu bilang "iya", kamu ngerasa bersalah karena sudah merusak rencana diet kamu.
Siklus ini sering banget terjadi. Kita terjebak dalam mindset diet yang kaku, yang mengharuskan kita buat enggak makan makanan enak sama sekali. Padahal, diet itu harusnya buat bikin kita lebih sehat, bukan malah jadi sumber penderitaan. Nah, buat kamu yang enggak mau tersiksa, ada satu cara yang bisa kamu coba: diet fleksibel.
Diet ini beda jauh sama diet yang kaku. Di diet fleksibel, kamu bisa makan apa aja yang kamu suka, tapi tetap dalam batas yang wajar. Jadi, kamu tetap bisa nongkrong bareng teman tanpa harus merasa bersalah. Intinya, diet ini fokus pada keseimbangan dan moderasi, bukan pada larangan.
Apa Sih Diet Fleksibel Itu?
Secara sederhana, diet fleksibel adalah pendekatan makan yang mengedepankan keseimbangan dan fleksibilitas. Diet ini enggak punya aturan yang ketat, kayak harus makan ini atau enggak boleh makan itu. Yang paling penting, kamu harus tahu apa yang kamu makan, dan seberapa banyak.
Prinsip dasar dari diet ini adalah 80/20. Artinya, 80% dari total kalori yang kamu konsumsi itu berasal dari makanan sehat dan bergizi, kayak buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Sedangkan 20% sisanya, kamu bisa pakai buat makan makanan yang kamu suka, kayak es krim, kue, atau makanan favorit kamu.
Diet ini enggak cuma soal kalori, tapi juga soal mental. Kamu jadi enggak merasa bersalah kalau makan makanan yang enggak sehat. Rasanya tuh kayak lagi di momen yang paling santai, tanpa harus merasa tertekan.
Kenapa Diet Fleksibel Cocok Buat Anak Muda?
Enggak Bikin Tertekan. Diet yang kaku bisa bikin kamu stres dan tertekan. Apalagi kalau kamu sudah effort banget, tapi hasilnya enggak sesuai harapan. Diet fleksibel ini bisa bikin kamu lebih santai dan enggak gampang menyerah.
Bisa Makan Makanan Favorit. Kamu enggak perlu cut total makanan favorit kamu. Kamu tetap bisa makan es krim atau martabak, tapi dalam porsi yang wajar. Ini bisa membantu kamu buat tetap di jalur yang benar.
Bisa Sosialisasi. Kamu enggak perlu lagi hindarin ajakan nongkrong bareng teman. Kamu tetap bisa makan di luar, dan ini bisa membantu kamu buat menjaga hubungan sosial.
Lebih Berkelanjutan. Diet yang kaku itu sulit banget buat dipertahankan dalam jangka panjang. Diet fleksibel ini lebih mudah buat kamu pertahankan, karena kamu enggak merasa tersiksa. (Sumber: Academy of Nutrition and Dietetics).
Tips Ampuh Menerapkan Diet Fleksibel
Menerapkan diet fleksibel itu butuh perencanaan. Enggak bisa asal-asalan. Ini dia beberapa tips yang bisa kamu coba:
Hitung Kebutuhan Kalori Harian. Ini langkah awal yang wajib banget kamu lakuin. Ada banyak aplikasi di handphone yang bisa bantu kamu hitung kebutuhan kalori harian kamu. Setelah kamu tahu kebutuhan kalori kamu, kamu bisa atur berapa banyak kalori yang bisa kamu pakai buat makan makanan favorit.
Pilih Makanan yang Bergizi. Fokus pada makanan yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Makanan-makanan ini bisa bikin kamu kenyang lebih lama. Contohnya, telur, ayam, ikan, sayuran, dan biji-bijian.
Atur Porsi. Walaupun kamu boleh makan makanan yang kamu suka, tapi jangan berlebihan. Atur porsinya. Contohnya, kalau kamu suka es krim, coba makan satu scoop aja, jangan satu cup.
Dengarkan Tubuh Kamu. Belajar buat membedakan antara rasa lapar fisik dan rasa lapar emosional. Kalau kamu lapar karena lagi sedih atau stres, coba cari cara lain buat mengatasinya.
Jangan Merasa Bersalah. Kalau kamu terlanjur makan makanan yang enggak sehat, jangan langsung merasa bersalah dan menyerah. Anggap aja itu bagian dari proses. Besoknya, kamu bisa mulai lagi dengan pola makan yang sehat.
Olahraga Rutin. Diet fleksibel harus diimbangi dengan olahraga. Olahraga bisa membantu membakar kalori dan meningkatkan metabolisme kamu. Enggak perlu olahraga berat, kok. Cukup alokasikan waktu 30 menit sehari buat jalan kaki atau lari santai. (Sumber: American Heart Association).
Intinya, diet itu bukan soal angka di timbangan. Itu soal bagaimana kamu merasa nyaman dengan diri kamu sendiri. Diet fleksibel ini bisa jadi jalan buat kamu buat hidup sehat tanpa harus merasa tersiksa. Mulai dari sekarang, yuk kita ubah mindset diet kita.
image source : iStock