Hindari 5 Kesalahan Ini Agar Lolos Interview Kerja

ardipedia.com – Momen interview kerja itu rasanya kayak mau ujian nasional. Deg-degan, cemas, dan pikiran kamu dipenuhi pertanyaan, "Nanti ditanya apa ya? Apa gue bisa jawab? Jangan-jangan gue enggak lolos." Perasaan itu wajar banget kok. Setelah berbulan-bulan kirim lamaran, akhirnya kamu dapat panggilan interview. Ini adalah kesempatan emas buat kamu nunjukin ke perusahaan kalau kamu adalah orang yang tepat buat mengisi posisi itu.   Tapi, banyak orang yang akhirnya gagal di tahap interview, bukan karena skill-nya kurang, tapi karena melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Kesalahan ini bisa bikin recruiter atau atasan jadi ragu-ragu buat rekrut kamu, meskipun kamu punya pengalaman yang mumpuni. Kamu harus sadar, interview itu bukan cuma soal jawab pertanyaan, tapi juga soal ngasih kesan yang baik dan profesional.   Artikel ini bakal kasih kamu lima kesalahan umum yang sering banget dilakukan pas interview kerja. Kita akan bahas kesalahan-kesalahan ini dari hal yang paling sepele sampai yang fundamental. Dengan menghindari lima kesalahan ini, gue jamin, peluang kamu buat lolos interview bakal jauh lebih besar. Yuk, kita mulai dari yang paling sering terjadi.

1. Datang Tidak Tepat Waktu atau Tidak Siap

Ini adalah kesalahan yang paling fatal. Datang telat ke interview itu nunjukin kalau kamu orangnya enggak disiplin dan enggak menghargai waktu orang lain. Apalagi kalau kamu telat tanpa kabar. Itu bakal bikin recruiter langsung punya kesan buruk sama kamu.   Caranya:

Datang lebih awal: Usahakan datang 10-15 menit lebih awal dari jadwal. Ini ngasih kamu waktu buat nenangin diri, cek lagi penampilan, dan siap-siap.

Cek lokasi: Kalau interview-nya tatap muka, cek dulu lokasi dan estimasi waktu perjalanan. Pertimbangkan kemungkinan macet atau hal-hal di luar rencana lainnya.

Siapkan koneksi: Kalau interview-nya online, pastikan koneksi internet kamu stabil. Cek mikrofon dan kamera kamu. Pastikan juga kamu ada di tempat yang tenang.

Siapkan berkas: Jangan lupa bawa semua berkas yang diminta, seperti CV, portofolio, atau surat-surat lainnya.

Gue pernah, ada teman gue yang telat 30 menit ke interview. Alasannya, dia kesasar. Akhirnya dia enggak lolos. Padahal skill-nya bagus banget. Jadi, jangan pernah sepelekan hal sekecil ini ya. Datang tepat waktu itu nunjukin kalau kamu orang yang profesional dan serius.

2. Kurang Riset tentang Perusahaan dan Posisi

Sering banget recruiter nanya, “Apa yang kamu tahu tentang perusahaan kami?” dan jawaban kandidat cuma “Enggak tahu banyak, sih.” Ini adalah jawaban yang paling enggak profesional. Jawaban ini nunjukin kalau kamu malas dan enggak benar-benar tertarik sama perusahaan itu.   Caranya:

Riset perusahaan: Cari tahu sejarah perusahaan, visi, misi, produk atau layanannya, dan budayanya. Kamu bisa cek website resmi, media sosial, atau artikel berita.

Pahami posisi yang dilamar: Baca lagi deskripsi pekerjaan yang kamu lamar. Pahami tanggung jawab dan skill yang dibutuhkan.

Hubungkan diri kamu: Hubungkan skill dan pengalaman kamu sama kebutuhan perusahaan dan posisi itu.   Dengan riset yang matang, kamu bisa jawab pertanyaan dengan lebih percaya diri dan menunjukkan kalau kamu benar-benar pengen kerja di sana. Itu bakal bikin kamu terlihat berbeda dari kandidat lain.

3. Berbohong atau Melebih-lebihkan di CV

Mungkin kamu berpikir, "Ah, enggak apa-apa bohong dikit di CV biar kelihatan keren." Jangan pernah lakuin ini. Recruiter itu punya cara buat cek kebenaran. Kalau kamu ketahuan bohong, reputasi kamu bakal hancur.   Caranya:

Jujur dan apa adanya: Jelasin skill dan pengalaman kamu sesuai dengan kenyataan.

Fokus pada hal yang relevan: Kalau kamu punya pengalaman yang enggak relevan, enggak usah dicantumkan.

Berikan contoh konkret: Kalau kamu bilang kamu bisa leadership, berikan contoh konkret kapan kamu memimpin sebuah tim.   Ingat, kejujuran itu modal utama buat membangun kepercayaan. Kamu bisa saja lolos interview dengan berbohong, tapi bagaimana kalau di tengah jalan kamu ketahuan? Itu bisa berakibat fatal buat karier kamu.

4. Sikap Tidak Antusias dan Pasif

Interview itu adalah obrolan dua arah. Jangan cuma nunggu pertanyaan dan jawab seadanya. Tunjukkan kalau kamu antusias dan tertarik.   Caranya:

Tunjukkan bahasa tubuh positif: Duduk tegak, kontak mata sama recruiter, dan sesekali senyum. Ini nunjukin kalau kamu percaya diri.

Tanyakan pertanyaan: Di akhir interview, recruiter pasti bakal nanya, "Ada pertanyaan?" Gunakan kesempatan ini buat nanya. Tanyakan soal tanggung jawab posisi, budaya perusahaan, atau kesempatan berkembang di sana. Pertanyaan itu nunjukin kalau kamu benar-benar tertarik.

Hindari jawaban pendek: Jangan cuma jawab "iya" atau "enggak." Jelasin jawaban kamu dengan contoh dan cerita.

Ucapkan terima kasih: Setelah interview selesai, jangan lupa ucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan.

Gue pernah, dulu ada kandidat yang jawab pertanyaannya cuma singkat-singkat dan enggak ada pertanyaan balik. Gue jadi mikir, “Ini orang enggak minat kali ya.” Akhirnya dia enggak lolos. Padahal dia punya skill yang bagus. Jadi, tunjukin kalau kamu benar-benar antusias.

 

5. Tidak Punya Tujuan yang Jelas

Saat recruiter nanya, “Apa tujuan karier kamu lima tahun ke depan?” jangan jawab “Enggak tahu” atau “Tergantung.” Jawaban itu nunjukin kalau kamu orangnya enggak punya arah.   Caranya:

Pikirkan tujuan kamu: Pikirkan, kamu mau jadi apa lima tahun ke depan? Apa skill yang mau kamu kuasai?

Hubungkan dengan perusahaan: Hubungkan tujuan kamu sama perusahaan yang kamu lamar. Jelasin gimana perusahaan ini bisa bantu kamu mencapai tujuan itu.

Jelasin kenapa kamu cocok: Jelasin kenapa kamu cocok buat posisi ini dan kenapa kamu ingin berkembang di sana.   Punya tujuan yang jelas itu nunjukin kalau kamu orang yang punya visi dan ambisi. Perusahaan pasti akan lebih tertarik sama orang yang punya visi.

image source : Unsplash, Inc.

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال