ardipedia.com – Kita semua tahu, negara-negara di Skandinavia kayak Swedia, Norwegia, dan Denmark sering banget disebut-sebut sebagai negara paling bahagia di dunia. Dan nggak cuma orang dewasanya, anak-anaknya juga kelihatan happy-happy aja. Ada apa sih di sana? Mungkin ada rahasia di balik cara mereka membesarkan anak.
Kalau kamu perhatiin, cara parenting di sana tuh beda banget sama yang biasa kita lihat di Indonesia atau di negara-negara lain. Mereka punya filosofi yang unik, yang mungkin bakal bikin kamu kaget. Tapi, jangan salah, cara-cara ini yang bikin anak-anak di sana tumbuh jadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan punya mental baja.
Di artikel ini, kita bakal kupas tuntas empat fakta unik tentang parenting di negara-negara Skandinavia. Ini bukan tentang menyuruh kamu meniru semua hal, tapi lebih ke mengambil inspirasi dan belajar dari cara mereka. Siapa tahu, ada satu atau dua poin yang bisa kamu terapkan di rumah. Yuk, kita mulai!
1. Bayi Tidur di Luar Rumah? Itu Hal yang Biasa
Mungkin kamu bakal kaget banget kalau lihat bayi di Denmark tidur di kereta dorong di luar, sendirian, meskipun cuacanya dingin. Ini bukan soal orang tuanya yang nggak peduli, lho. Justru, ini bagian dari budaya mereka. Mereka percaya, tidur di luar, meskipun cuacanya dingin, bisa bikin bayi lebih sehat. Udara segar itu bagus buat paru-paru mereka, dan paparan udara dingin bisa meningkatkan daya tahan tubuh.
Mereka juga percaya kalau tidur di luar bisa bikin bayi lebih gampang tidur. Nggak ada suara bising dari dalam rumah, nggak ada gangguan dari TV atau suara-suara orang ngobrol. Yang ada cuma suara angin dan alam. Ini ngasih pesan ke anak, "Dunia luar itu aman dan nyaman." Nggak heran kalau anak-anak di sana tumbuh jadi pribadi yang berani dan nggak takut sama alam.
2. 'Lagom': Prinsip Hidup yang Bikin Anak Nggak Suka Pamer
Kalau di negara lain ada filosofi "lebih itu lebih baik", di Swedia ada filosofi 'lagom', yang artinya "pas" atau "secukupnya." Ini bukan soal hidup minimalis, tapi lebih ke keseimbangan. Mereka nggak suka berlebihan, nggak suka pamer, dan nggak suka boros. Prinsip ini juga diterapkan dalam parenting.
Anak-anak di sana nggak dibiasakan buat suka pamer. Mereka nggak peduli sama merek baju, merek mainan, atau merek tas. Mereka diajarin buat menghargai apa yang mereka punya dan nggak iri sama orang lain. Ini bikin anak-anak tumbuh jadi pribadi yang rendah hati dan nggak suka kompetisi yang nggak sehat. Mereka lebih fokus ke diri sendiri dan kebahagiaan mereka, bukan ke apa yang orang lain punya.
3. Sekolah Sampai Sore? Nggak Ada di Sini!
Sistem pendidikan di negara-negara Skandinavia itu unik banget. Mereka nggak percaya sama sistem yang terlalu kaku. Jam sekolahnya juga nggak lama. Mereka lebih mementingkan waktu bermain dan istirahat. Di Denmark, misalnya, mereka percaya kalau bermain itu sama pentingnya dengan belajar. Bermain bisa melatih kreativitas, kemampuan sosial, dan kemampuan memecahkan masalah.
Mereka juga percaya kalau anak-anak itu nggak bisa dipaksa buat belajar terus-terusan. Otak mereka butuh istirahat. Mereka juga nggak punya PR yang banyak. Mereka percaya kalau PR bisa bikin anak stres dan nggak punya waktu buat main. Ini bikin anak-anak di sana jadi lebih senang sama sekolah. Mereka nggak merasa terbebani dan jadi lebih semangat buat belajar.
4. Punya Hak untuk Merasa 'Hygge'
'Hygge' itu filosofi dari Denmark yang artinya "rasa nyaman" atau "rasa hangat." Ini bukan soal barang-barang, tapi soal suasana. Mereka percaya kalau setiap orang punya hak untuk merasa nyaman dan aman. Dan ini juga diterapkan dalam parenting.
Orang tua di sana ngajarin anak buat menghargai momen-momen kecil yang bikin happy. Misalnya, minum teh hangat bareng di malam hari, baca buku di depan perapian, atau cuma ngobrol bareng di sofa. Ini bikin anak-anak tumbuh jadi pribadi yang bisa menemukan kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana. Mereka jadi nggak ketergantungan sama mainan mahal atau liburan mewah. Mereka bisa menemukan kebahagiaan dari momen-momen bersama keluarga.
Intinya, parenting di negara-negara Skandinavia itu bukan cuma soal ngasih yang terbaik. Tapi juga soal ngasih kebebasan, kepercayaan, dan kebahagiaan. Mereka ngajarin anak buat jadi pribadi yang mandiri, rendah hati, dan punya mental baja. Kita bisa banget kok, ambil inspirasi dari mereka.
image source: iStock