ardipedia.com – Di zaman sekarang, media sosial itu udah kayak kebutuhan pokok. Kita nggak bisa lepas dari HP. Kita scroll seharian, entah itu buat lihat konten yang lucu, konten yang menghibur, atau bahkan konten yang nggak jelas. Kita punya akun di TikTok, Instagram, Twitter, dan banyak lagi. Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, kalau kita sebagai muslim, juga punya tanggung jawab di dunia maya? Tanggung jawab buat menyebarkan kebaikan, buat menjaga lisan, dan buat jadi pribadi yang lebih baik.
Seringkali, kita jadi gampang banget terpancing emosi di media sosial. Kita gampang banget ngomongin orang lain, gampang banget nyebarin berita yang nggak valid, atau bahkan gampang banget nge-judge orang lain. Kita mikir, "Ah, ini cuma dunia maya. Nggak ada yang tahu kok." Padahal, semua yang kita lakukan itu dicatat sama Allah, lho. Dan setiap hal yang kita lakukan itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
Nabi Muhammad SAW, meskipun beliau hidup di zaman yang nggak ada internet, beliau adalah teladan terbaik buat kita yang hidup di era digital. Beliau adalah sosok yang paling bijak dalam menjaga lisan dan pikirannya. Beliau nggak pernah ngomongin orang lain, beliau nggak pernah nyebarin berita yang nggak valid, dan beliau nggak pernah nge-judge orang lain. Beliau berdakwah dengan hati, dengan kasih sayang, dan dengan ilmu.
Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih caranya jadi muslim unggul di jagat maya? Bukan cuma teori, tapi kiat-kiat yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, biar hidup kamu lebih bermakna dan nggak rugi di akhirat.
1. Niat, Pondasi Utama dari Setiap Tindakan
Hal pertama dan paling penting yang harus kita lurusin adalah niat. Niat itu ibarat mesin penggerak. Kalau niat kamu benar, setiap hal yang kamu lakukan di media sosial bisa jadi pahala. Tapi, kalau niat kamu salah, itu bisa jadi bumerang buat kamu.
Niat yang benar itu adalah menggunakan media sosial buat hal-hal yang bermanfaat. Kamu bisa gunakan media sosial buat nyebarin kebaikan, buat nyari ilmu, atau bahkan buat silaturahmi. Nggak ada niat lain, kayak niat buat cari follower, atau niat buat jadi yang paling viral.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu harus dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, niat itu penting banget. Nggak cuma dalam ibadah, tapi juga dalam setiap hal yang kita lakukan. Kalau kamu niatkan menggunakan media sosial itu karena Allah, Allah akan mudahkan jalan kamu. Kamu akan lebih semangat buat bikin konten yang bermanfaat, dan kamu akan lebih fokus.
2. Jaga Lisan dan Jari, Jangan Asal Komentar dan Share
Di media sosial, kita gampang banget ngomongin orang lain. Kita gampang banget bikin komentar yang pedas, atau kita gampang banget share berita yang nggak valid. Kita mikir, "Ah, ini cuma dunia maya. Nggak ada yang tahu kok." Padahal, setiap komentar yang kita tulis, setiap berita yang kita share, itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
Pelajaran dari Rasulullah SAW adalah, beliau adalah sosok yang sangat menjaga lisan dan pikirannya. Beliau nggak pernah ngomongin orang lain. Beliau nggak pernah nyebarin berita yang nggak valid. Beliau bersabda:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini nunjukin kalau kita harus hati-hati dalam berbicara. Kalau kita nggak bisa ngomong yang baik, mendingan kita diam. Ini berlaku di dunia nyata, dan juga di dunia maya.
Jadi, sebelum kamu nulis komentar, pikirin dulu baik-baik. Apakah komentar itu bisa bermanfaat? Apakah komentar itu bisa bikin orang lain jadi lebih baik? Kalau nggak, mendingan nggak usah nulis. Sebelum kamu share berita, cek dulu validitasnya. Jangan sampai kamu nyebarin berita yang nggak valid.
3. Saring Sebelum Sharing: Bijak dalam Menerima Informasi
Di media sosial, banyak banget informasi yang nggak valid. Apalagi soal agama. Banyak banget orang yang ngasih nasihat, tapi nggak pakai ilmu. Mereka cuma ngikutin apa yang lagi tren, atau apa yang lagi viral.
Nah, kalau kamu mau cari inspirasi di media sosial, kamu harus saring sebelum sharing. Kamu harus tahu, dari mana sumbernya. Apakah sumbernya itu dari Al-Qur'an, hadis, atau dari ulama yang terpercaya? Kalau kamu nggak tahu, mendingan nggak usah share.
Rasulullah SAW bersabda:
"Cukuplah seseorang itu berdosa jika dia menyampaikan semua yang dia dengar." (HR. Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, kita harus hati-hati dalam menyampaikan informasi. Kita nggak boleh asal share aja. Kita harus pastikan informasi yang kita sampaikan itu valid.
Gue pernah denger dari salah satu ustadz, katanya "ilmu itu kayak makanan". Kalau makanan itu nggak jelas, makanan itu bisa jadi racun. Begitu juga dengan ilmu. Kalau ilmu itu nggak valid, ilmu itu bisa menyesatkan.
4. Jadikan Kebaikan Sebagai Investasi di Dunia Maya
Seringkali, kita jadi males buat berbuat baik di dunia maya karena kita mikir kalau itu nggak ada gunanya. Kita mikir, "Ah, gue bikin konten dakwah, tapi nggak ada yang like." Pikiran kayak gini cuma bikin hati kita nggak tenang.
Nah, dalam Islam, kita diajarkan buat jadikan kebaikan sebagai investasi. Setiap konten yang kamu bikin, itu bisa jadi pahala. Setiap like, setiap share, setiap komentar yang kamu dapatkan, itu bisa jadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, nyebarin kebaikan itu adalah amal yang pahalanya terus mengalir. Kalau kamu berdakwah, itu artinya kamu udah nyebarin kebaikan. Dan kamu bisa dapat pahala seperti orang yang melakukannya.
5. Jangan Lupa Doa dan Tawakal
Yang terakhir, jangan pernah lupa buat berdoa dan bertawakal. Doa itu adalah senjata paling ampuh. Doa itu bisa bikin kamu lebih semangat bikin konten yang bermanfaat. Doa itu juga bisa bikin kamu lebih fokus.
Allah SWT berfirman:
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Ghafir: 60)
Ini nunjukin kalau Allah itu selalu siap dengerin doa-doa kita. Kita nggak perlu takut kalau doa kita nggak dikabulkan. Karena, setiap doa yang kita panjatkan itu dicatat sama Allah. Dan Allah pasti akan kasih yang terbaik buat kita.
Selain doa, kamu juga harus tawakal. Tawakal itu artinya kita udah berusaha maksimal, kita udah bikin konten yang paling baik, lalu kita serahkan hasilnya kepada Allah. Tawakal itu bukan berarti pasrah, ya. Tawakal itu artinya kita yakin kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kita.
Penutup
Jadi, jadi muslim unggul di jagat maya itu nggak harus dengan hal-hal yang berat. Kamu bisa jadi muslim unggul dengan cara yang ringan, dengan cara yang relatable, dan dengan cara yang penuh dengan kasih sayang. Mulai dari sekarang, yuk, kita coba lurusin niat, jaga lisan dan jari, saring sebelum sharing, jadikan kebaikan sebagai investasi, dan jangan lupa doa dan tawakal.
Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu bisa jadi pribadi yang lebih baik, dan kamu bisa jadi orang yang paling disukai sama Allah.
image source : iStock