Saatnya Jadi 'Influencer' Kebaikan: Menebar Manfaat di Lingkungan Sekitar

ardipedia.com – Sering kan kamu dengerin istilah influencer? Buat sebagian orang, influencer itu identik sama orang-orang yang terkenal di media sosial. Mereka punya banyak follower, mereka punya banyak uang, dan mereka punya banyak endorsement. Kita jadi mikir, "Ah, enak ya jadi influencer. Bisa hidup mewah."

Padahal, influencer itu nggak harus terkenal di media sosial, lho. Kamu juga bisa jadi influencer. Influencer itu artinya orang yang bisa mempengaruhi orang lain. Kamu bisa mempengaruhi teman-teman kamu buat jadi pribadi yang lebih baik. Kamu bisa mempengaruhi orang-orang di sekitar kamu buat berbuat baik. Dan di saat yang sama, kamu juga bisa dapat pahala yang banyak. Ini yang namanya influencer kebaikan.

Seringkali, saat kita mau berbuat baik, kita ngerasa malu. Kita mikir, "Ah, nanti dibilang sok alim." Atau, "Nanti dibilang sok suci." Perasaan kayak gini wajar banget, kok. Karena, kita hidup di era yang serba judgemental. Kita jadi takut buat jadi diri sendiri.

Padahal, menebar kebaikan itu adalah hal yang paling mulia. Itu adalah salah satu bentuk dakwah. Dan dakwah itu nggak harus dengan hal-hal yang berat. Dakwah itu bisa dengan hal-hal yang sederhana. Dakwah itu bisa dengan hal-hal yang ringan dan mengalir.

Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih caranya jadi influencer kebaikan? Bukan cuma teori, tapi tips yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, biar hidup kamu lebih bermakna dan nggak rugi di akhirat.

1. Mulai dari Diri Sendiri, Itu yang Paling Penting

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mulai dari diri sendiri. Kita nggak bisa ngajak orang lain buat berbuat baik kalau kita sendiri nggak berbuat baik. Kita nggak bisa ngajak orang lain buat shalat kalau kita sendiri malas shalat.

Gue pernah denger dari salah satu ustadz, katanya "dakwah itu nggak harus dengan lisan. Dakwah itu bisa dengan akhlak". Kalau akhlak kamu baik, orang lain akan melihat. Mereka akan bertanya, "Kenapa sih dia baik banget?" Dan itu bisa jadi jalan buat kamu buat nyebarin kebaikan.


Jadi, jangan pernah nunggu orang lain buat berubah. Mulai dari diri sendiri. Kamu bisa mulai dengan hal-hal yang paling sederhana. Misalnya, kamu bisa shalat tepat waktu. Kamu bisa baca Al-Qur'an setiap hari. Kamu bisa sedekah setiap hari. Dengan begitu, kamu akan jadi pribadi yang lebih baik, dan itu bisa jadi inspirasi buat orang lain.

Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. Ash-Shaff: 2-3)

Pelajaran dari ayat ini adalah, kita nggak boleh ngomongin hal-hal yang kita sendiri nggak lakuin. Kalau kita ngomongin kebaikan, kita harus lakuin juga.

2. Jadikan Kebaikan Sebagai Hal yang Menyenangkan

Seringkali, kita mikir kalau berbuat baik itu berat dan membosankan. Kita mikir, "Ah, sedekah itu bikin uang gue habis." Atau, "Bantu orang lain itu cuma buang-buang waktu." Padahal, berbuat baik itu bisa jadi hal yang menyenangkan, lho.

Kamu bisa bikin kebaikan jadi hal yang seru. Misalnya, kamu bisa adain challenge sedekah. Kamu bisa ajak teman-teman kamu sedekah setiap hari. Atau, kamu bisa adain challenge baca Al-Qur'an. Kamu bisa ajak teman-teman kamu baca Al-Qur'an satu juz setiap hari.

Kamu juga bisa adain reward buat yang paling banyak dapat pahala. Misalnya, kamu bisa kasih reward buat yang paling sering sedekah. Atau, kamu bisa kasih reward buat yang paling sering baca Al-Qur'an. Dengan begitu, kamu akan lebih termotivasi.

3. Jaga Adab dan Akhlak, Jangan Menggurui

Seringkali, saat kita ngajak orang lain buat berbuat baik, kita jadi menggurui. Kita mikir, "Ah, dia nggak shalat. Gue harus bilangin dia." Atau, "Dia nggak baca Al-Qur'an. Gue harus kasih tahu dia." Ini adalah hal yang salah.

Dakwah itu nggak harus dengan cara yang menggurui. Dakwah itu harus dengan cara yang penuh dengan kasih sayang. Kamu nggak tahu, di balik kemalasan yang mereka lakukan, mungkin mereka juga lagi berjuang.

Pelajaran dari Rasulullah SAW adalah, beliau nggak pernah menggurui orang lain. Beliau selalu berdakwah dengan cara yang paling baik. Beliau bersabda:

"Mudahkanlah dan jangan persulit, berilah kabar gembira dan janganlah menakut-nakuti." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini nunjukin kalau dakwah itu harus dengan cara yang mudah. Dakwah itu harus dengan cara yang penuh dengan kasih sayang.

Jadi, kalau kamu mau jadi influencer kebaikan, jangan menggurui. Kamu bisa mulai dengan, "Eh, yuk kita shalat bareng." Atau, "Eh, yuk kita baca Al-Qur'an bareng." Kata-kata kayak gini itu bisa bikin mereka jadi lebih tertarik.

4. Jadikan Kebaikan sebagai Investasi

Seringkali, kita jadi males buat berbuat baik di dunia nyata karena kita mikir kalau itu nggak ada gunanya. Kita mikir, "Ah, gue bantu dia, tapi dia nggak bantu gue balik." Pikiran kayak gini cuma bikin hati kita nggak tenang.

Nah, dalam Islam, kita diajarkan buat jadikan kebaikan sebagai investasi. Setiap kebaikan yang kamu lakukan, itu akan kembali ke kamu dengan berlipat ganda.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim)

Pelajaran dari hadis ini adalah, nyebarin kebaikan itu adalah amal yang pahalanya terus mengalir. Kalau kamu berbuat baik, itu artinya kamu udah nyebarin kebaikan. Dan kamu bisa dapat pahala seperti orang yang melakukannya.

5. Jangan Lupa Doa dan Tawakal

Yang terakhir, jangan pernah lupa buat berdoa dan bertawakal. Doa itu adalah senjata paling ampuh. Doa itu bisa bikin kamu lebih semangat jadi influencer kebaikan. Doa itu juga bisa bikin kamu lebih fokus.

Allah SWT berfirman:

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Ghafir: 60)

Ini nunjukin kalau Allah itu selalu siap dengerin doa-doa kita. Kita nggak perlu takut kalau doa kita nggak dikabulkan. Karena, setiap doa yang kita panjatkan itu dicatat sama Allah. Dan Allah pasti akan kasih yang terbaik buat kita.

Selain doa, kamu juga harus tawakal. Tawakal itu artinya kita udah berusaha maksimal, kita udah berbuat baik, lalu kita serahkan hasilnya kepada Allah. Tawakal itu bukan berarti pasrah, ya. Tawakal itu artinya kita yakin kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kita.

Penutup

Jadi, influencer itu nggak harus terkenal di media sosial, kok. Kamu juga bisa jadi influencer. Mulai dari sekarang, yuk, kita coba jadi influencer kebaikan. Nggak ada kata terlambat. Setiap kebaikan yang kita lakukan, itu akan kembali ke kita dengan berlipat ganda.

image source : iStock

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال