ardipedia.com – Ganti oli itu ibarat kasih nutrisi buat mesin motor atau mobil kamu. Kalau rutin diganti, mesin jadi sehat, performanya optimal, dan pastinya awet. Biasanya, kita ganti oli di bengkel. Tapi, tahukah kamu kalau ganti oli itu bisa banget dilakukan sendiri di rumah? Selain hemat uang, ganti oli sendiri juga bisa jadi hobi baru yang seru. Tapi, buat kamu yang baru pertama kali mau coba, ada beberapa hal penting yang wajib banget kamu tahu biar prosesnya aman dan hasilnya maksimal. Gue bakal kasih tahu 3 hal utama yang harus kamu perhatikan sebelum mulai ganti oli sendiri.
Kenali Tipe Oli yang Paling Pas
Ini poin yang paling krusial. Enggak semua oli itu sama. Setiap mesin punya kebutuhan oli yang berbeda-beda. Oli itu punya beberapa kode yang perlu kamu pahami. Pertama, kekentalan oli atau yang biasa kita sebut SAE. Ada oli yang kental, ada yang encer. Misalnya, oli dengan kode SAE 10W-40 itu cocok buat motor atau mobil yang sering dipakai di kota-kota yang suhunya enggak terlalu ekstrem. Angka di depan "W" itu menunjukkan kekentalan oli saat dingin, sedangkan angka di belakang menunjukkan kekentalan oli saat mesin panas. Kedua, standar mutu oli atau API Service. Ini kode yang menunjukkan kualitas oli, misalnya API SN atau API CI-4. Huruf S itu buat mesin bensin, sedangkan C itu buat mesin diesel. Semakin jauh hurufnya, semakin bagus kualitas olinya. Ketiga, standar pabrikan. Ini kode yang disarankan oleh pabrikan motor atau mobil kamu, misalnya JASO MA atau MB. Kode ini penting buat motor matic dan manual.
Sebelum kamu beli oli, pastikan kamu baca buku manual kendaraan kamu. Di buku manual itu ada rekomendasi tipe oli yang paling pas buat mesin kamu. Jangan asal beli oli, ya. Salah pilih oli bisa bikin mesin kamu cepat rusak atau performanya menurun. Misalnya, kamu pakai oli yang terlalu kental, mesin jadi kerja lebih berat dan bensin jadi boros. Kalau kamu pakai oli yang terlalu encer, oli bisa enggak bisa melumasi mesin dengan baik dan bisa bikin mesin aus.
Siapkan Peralatan yang Lengkap
Ganti oli itu butuh beberapa peralatan khusus. Enggak bisa cuma modal tangan kosong. Kamu butuh kunci ring atau kunci pas buat buka baut pembuangan oli. Ukurannya beda-beda, tergantung motor atau mobil kamu. Kamu juga butuh corong buat masukin oli baru. Pastikan corongnya bersih, ya. Selain itu, siapkan juga wadah buat menampung oli bekas. Wadah ini penting banget biar oli bekas enggak tumpah ke mana-mana dan bisa dibuang dengan benar. Siapkan juga lap atau tisu buat membersihkan tangan dan bagian-bagian yang kotor.
Kalau kamu mau ganti oli filter juga, kamu butuh kunci khusus buat buka oli filter. Ukuran dan bentuknya beda-beda, tergantung jenis oli filternya. Pastikan kamu punya kunci yang pas, jangan dipaksa pakai kunci yang enggak pas, karena bisa merusak oli filternya. Dengan peralatan yang lengkap, proses ganti oli jadi lebih gampang, cepat, dan enggak ribet. Jadi, sebelum mulai, cek dulu semua peralatan yang kamu butuhkan.
Tahu Langkah-langkah yang Benar
Setelah semua siap, sekarang saatnya eksekusi. Ada beberapa langkah yang harus kamu ikuti biar proses ganti oli berjalan lancar. Pertama, panaskan mesin selama 1-2 menit. Ini penting buat bikin oli lebih encer, jadi gampang keluar saat dibuang. Setelah itu, matikan mesin dan letakkan wadah oli bekas di bawah baut pembuangan oli. Buka baut pembuangan oli dengan hati-hati. Saat bautnya terbuka, oli akan langsung keluar. Tunggu sampai semua oli habis. Biar lebih yakin, kamu bisa miringin motor kamu sebentar biar oli yang tersisa bisa keluar semua.
Setelah oli bekas habis, pasang lagi baut pembuangan oli. Jangan kencangin terlalu kencang, ya. Kencangin secukupnya aja. Setelah itu, buka tutup lubang oli dan masukkan corong. Tuang oli baru secara perlahan-lahan sampai volume yang disarankan. Kamu bisa cek di buku manual atau di stiker yang ada di mesin. Setelah oli baru terisi, tutup lubang oli dan nyalakan mesin sebentar. Ini penting buat bikin oli menyebar ke seluruh mesin. Setelah itu, matikan mesin dan cek volume oli di dipstick. Kalau volumenya pas, berarti proses ganti oli kamu berhasil. Jangan lupa, oli bekasnya jangan dibuang sembarangan, ya. Kamu bisa bawa ke bengkel terdekat buat dibuang dengan benar.
Tips Tambahan Buat Kamu
Selain 3 hal utama di atas, ada beberapa tips tambahan yang bisa bikin proses ganti oli kamu lebih gampang. Pertama, ganti oli filter setiap dua kali ganti oli mesin. Oli filter fungsinya menyaring kotoran di oli, jadi kalau enggak diganti, kotoran bisa masuk ke mesin. Kedua, jangan terlalu sering ganti merek oli. Mesin itu butuh waktu buat menyesuaikan diri dengan oli. Kalau kamu ganti-ganti merek terus, mesin bisa jadi kurang optimal. Ketiga, jangan ganti oli terlalu sering atau terlalu jarang. Ganti oli sesuai rekomendasi pabrikan. Biasanya setiap 2.000-4.000 kilometer, tergantung jenis motor atau mobil kamu.
Ganti oli sendiri itu bukan cuma soal hemat uang, tapi juga soal belajar dan lebih peduli sama kendaraan kamu. Dengan ganti oli sendiri, kamu bisa lebih tahu kondisi mesin kamu. Kalau ada masalah, kamu bisa langsung tahu. Ini bisa jadi hobi yang seru dan bisa bikin kamu lebih dekat sama kendaraan kamu. Jadi, enggak perlu takut buat mencoba, ya. Banyak kok sumber-sumber yang bisa kamu andalkan buat cek detail lebih lanjut soal ganti oli, misalnya dari video tutorial di YouTube atau forum komunitas. Selamat mencoba!
image source : Unsplash, Inc.