ardipedia.com – Di zaman sekarang, media sosial itu udah kayak kebutuhan pokok. Kita nggak bisa lepas dari TikTok dan Instagram. Kita scroll seharian, entah itu buat lihat konten yang lucu, konten yang menghibur, atau bahkan konten yang nggak jelas. Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, kalau media sosial itu juga bisa jadi ladang pahala? Kita bisa berdakwah, nyebarin kebaikan, dan di saat yang sama, kita juga bisa dapat pahala dari Allah. Ini yang namanya dakwah digital.
Dulu, dakwah itu identik sama ceramah di masjid, atau pengajian di majelis taklim. Sekarang, dakwah itu bisa di mana aja, kapan aja. Kamu bisa berdakwah lewat TikTok, kamu bisa berdakwah lewat Instagram, atau bahkan kamu bisa berdakwah lewat YouTube. Semua orang punya kesempatan yang sama.
Tapi, buat sebagian orang, berdakwah di media sosial itu masih jadi hal yang tabu. Kita mikir, "Ah, gue bukan ustadz. Gue nggak punya ilmu yang banyak." Atau, "Gue malu deh kalau harus bikin konten dakwah." Perasaan kayak gini wajar banget, kok. Karena, kita hidup di era yang serba judgemental. Kita jadi takut dibilang sok alim, atau takut dibilang sok suci.
Padahal, dakwah itu nggak harus dengan hal-hal yang berat. Dakwah itu bisa dengan hal-hal yang sederhana. Dakwah itu bisa dengan hal-hal yang ringan dan mengalir. Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang paling bijak dalam berdakwah. Beliau nggak pernah menggurui, beliau nggak pernah kaku, dan beliau nggak pernah bikin orang lain jadi minder. Beliau berdakwah dengan hati, dengan kasih sayang, dan dengan ilmu.
Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih caranya berdakwah lewat TikTok dan Instagram? Bukan cuma teori, tapi kiat-kiat yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, biar hidup kamu lebih bermakna dan nggak rugi di akhirat.
1. Niat, Kunci dari Semua Amal
Hal pertama dan paling penting yang harus kita lurusin adalah niat. Niat itu ibarat mesin penggerak. Kalau niat kamu benar, setiap hal yang kamu lakukan bisa jadi pahala. Tapi, kalau niat kamu salah, amal yang kamu lakukan bisa jadi sia-sia.
Niat yang benar itu adalah berdakwah karena Allah. Kamu berdakwah buat nyebarin kebaikan, buat ngajak orang lain ke jalan yang benar, dan buat mendapatkan ridha Allah. Nggak ada niat lain, kayak niat buat cari follower, atau niat buat jadi yang paling viral.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu harus dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, niat itu penting banget. Nggak cuma dalam ibadah, tapi juga dalam setiap hal yang kita lakukan. Kalau kamu niatkan berdakwah itu karena Allah, Allah akan mudahkan jalan kamu. Kamu akan lebih semangat bikin konten, dan kamu akan lebih fokus.
2. Mulai dari Konten yang Ringan dan Relatable
Seringkali, kita mikir kalau dakwah itu harus dengan hal-hal yang berat. Kita harus ngomongin soal surga dan neraka, kita harus ngomongin soal dosa dan pahala. Ini nggak salah, sih. Tapi, buat orang-orang yang awam, konten kayak gini itu bisa jadi bikin mereka jadi takut.
Nah, daripada bikin konten yang berat, mendingan kamu mulai dari konten yang ringan dan relatable. Kamu bisa bikin konten tentang tips shalat yang khusyuk, tips baca Al-Qur'an yang benar, atau bahkan tips jadi pribadi yang lebih baik.
Konten-konten kayak gini itu bisa bikin orang-orang jadi lebih tertarik. Mereka akan merasa kalau Islam itu nggak sesulit yang mereka bayangin. Mereka akan merasa kalau Islam itu adalah agama yang penuh dengan kasih sayang.
Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat bijak dalam berdakwah. Beliau nggak pernah bikin orang lain jadi minder. Beliau selalu berdakwah dengan cara yang paling mudah dimengerti. Beliau bersabda:
"Mudahkanlah dan jangan persulit, berilah kabar gembira dan janganlah menakut-nakuti." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, berdakwah itu harus dengan cara yang mudah. Berdakwah itu harus dengan cara yang penuh dengan kasih sayang.
3. Jaga Etika dan Adab, Jangan Judgmental
Di media sosial, kita gampang banget terpancing emosi. Kita jadi gampang banget nge-judge orang lain. Kita lihat orang lain lagi maksiat, kita langsung nge-judge. Kita lihat orang lain lagi nggak shalat, kita langsung nge-judge.
Padahal, dakwah itu nggak harus dengan cara yang judgmental. Dakwah itu harus dengan cara yang penuh dengan kasih sayang. Kamu nggak tahu, di balik maksiat yang mereka lakukan, mungkin mereka juga lagi berjuang.
Pelajaran dari Rasulullah SAW adalah, beliau nggak pernah nge-judge orang lain. Beliau selalu berdakwah dengan cara yang paling baik. Beliau bersabda:
"Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya sesama Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Hadis ini nunjukin kalau menutupi aib orang lain itu adalah amal yang paling mulia. Kalau kamu mau berdakwah, jangan nge-judge orang lain. Justru, kamu harus bantu mereka buat jadi pribadi yang lebih baik.
4. Jadikan Kebaikan Sebagai Investasi
Seringkali, kita jadi males buat berdakwah karena kita mikir kalau itu nggak ada gunanya. Kita mikir, "Ah, gue bikin konten dakwah, tapi nggak ada yang like." Pikiran kayak gini cuma bikin hati kita nggak tenang.
Nah, dalam Islam, kita diajarkan buat jadikan kebaikan sebagai investasi. Setiap konten yang kamu bikin, itu bisa jadi pahala. Setiap like, setiap share, setiap komentar yang kamu dapatkan, itu bisa jadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, nyebarin kebaikan itu adalah amal yang pahalanya terus mengalir. Kalau kamu berdakwah, itu artinya kamu udah nyebarin kebaikan. Dan kamu bisa dapat pahala seperti orang yang melakukannya.
5. Jangan Lupa Doa dan Tawakal
Yang terakhir, jangan pernah lupa buat berdoa dan bertawakal. Doa itu adalah senjata paling ampuh. Doa itu bisa bikin kamu lebih semangat bikin konten dakwah. Doa itu juga bisa bikin kamu lebih fokus.
Allah SWT berfirman:
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Ghafir: 60)
Ini nunjukin kalau Allah itu selalu siap dengerin doa-doa kita. Kita nggak perlu takut kalau doa kita nggak dikabulkan. Karena, setiap doa yang kita panjatkan itu dicatat sama Allah. Dan Allah pasti akan kasih yang terbaik buat kita.
Selain doa, kamu juga harus tawakal. Tawakal itu artinya kita udah berusaha maksimal, kita udah bikin konten dakwah yang paling baik, lalu kita serahkan hasilnya kepada Allah. Tawakal itu bukan berarti pasrah, ya. Tawakal itu artinya kita yakin kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kita.
Penutup
Jadi, berdakwah di media sosial itu nggak harus dengan hal-hal yang berat. Kamu bisa berdakwah dengan cara yang ringan, dengan cara yang relatable, dan dengan cara yang penuh dengan kasih sayang. Mulai dari sekarang, yuk, kita coba lurusin niat, bikin konten yang ringan, jaga etika dan adab, jadikan kebaikan sebagai investasi, dan jangan lupa doa dan tawakal.
Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu bisa jadi pribadi yang lebih baik, dan kamu bisa jadi orang yang paling disukai sama Allah.
image source : iStock