Overwhelmed dengan Ekspektasi? Ini Tips Mengelola Hati

ardipedia.com – Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak lagi lari maraton, tapi nggak sampai-sampai? Kamu udah kerja keras, udah berusaha, udah ngelakuin semua hal yang katanya bikin hidup bahagia. Tapi, kok rasanya hidup ini nggak tenang, ya? Kamu jadi gampang banget sedih, gampang banget marah, dan gampang banget stres. Perasaan ini bisa datang kapan aja, entah itu karena ekspektasi orang tua, ekspektasi teman, atau bahkan ekspektasi diri sendiri.

Kita hidup di era yang serba kompetitif. Kita dituntut buat perfect di semua hal. Kita harus punya karier yang bagus, kita harus punya banyak uang, kita harus terlihat bahagia di media sosial. Tekanan ini yang akhirnya bikin kita jadi nggak bisa menikmati hidup. Kita jadi terlalu fokus sama apa yang orang lain pikirin tentang kita, sampai lupa sama apa yang kita rasain.

Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, kalau ekspektasi itu cuma ilusi? Itu cuma sesuatu yang kita ciptain di pikiran kita. Ekspektasi itu bisa bikin kita jadi nggak tenang. Ekspektasi itu bisa bikin kita jadi gampang banget kecewa. Makanya, penting banget buat kita belajar mengelola hati.

Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih cara mengelola hati ala Al-Qur'an? Bukan cuma teori, tapi kiat-kiat yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, biar hidup kamu lebih tenang, lebih damai, dan penuh berkah.

1. Pahami Konsep Qadar dan Ikhlas

Hal pertama yang harus kita pahami adalah konsep qadar dan ikhlas. Qadar itu artinya semua yang akan terjadi itu udah Allah tulis. Kita nggak akan bisa mengubah qadar, tapi kita bisa berusaha buat jadi pribadi yang lebih baik.

Allah SWT berfirman:

"Setiap sesuatu di sisi-Nya ada kadarnya." (QS. Ar-Ra'd: 8)

Pelajaran dari ayat ini adalah, segala sesuatu itu udah ada ketentuannya. Kita nggak perlu khawatir soal masa depan. Karena, Allah udah ngatur yang terbaik buat kita.

Selain qadar, kamu juga harus belajar ikhlas. Ikhlas itu artinya kita nerima semua takdir yang Allah kasih dengan lapang dada. Kita nggak ngeluh, kita nggak nyalahin siapa-siapa, dan kita percaya kalau Allah udah ngatur yang terbaik buat kita.

Gue pernah denger dari salah satu ustadz, katanya "ikhlas itu kayak kita lagi ngebuang sampah dari hati". Kalau sampah itu nggak dibuang, sampah itu akan numpuk dan bikin hati kita jadi kotor. Begitu juga dengan ekspektasi. Kalau kamu nggak bisa ikhlas, ekspektasi itu akan terus menghantui kamu.

2. Jadikan Shalat dan Doa Sebagai 'Tempat Curhat' Terbaik

Saat kita lagi overwhelmed dengan ekspektasi, kita butuh tempat buat curhat. Kita butuh seseorang yang bisa dengerin kita. Dan tempat curhat yang paling baik itu adalah shalat dan doa. Shalat itu adalah sebuah komunikasi yang intim antara kita dan Allah.

Saat shalat, kita bisa curhatin semua kegalauan kita ke Allah. Kita bisa minta sama Dia buat ditenangkan hati kita. Kita bisa minta sama Dia buat dibimbing ke jalan yang benar.

Allah SWT berfirman:

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Ghafir: 60)

Ini nunjukin kalau Allah itu selalu siap dengerin doa-doa kita. Kita nggak perlu takut kalau doa kita nggak dikabulkan. Karena, setiap doa yang kita panjatkan itu dicatat sama Allah. Dan Allah pasti akan kasih yang terbaik buat kita.

3. Jaga Lisan dan Pikiranmu, Hindari Sifat Iri dan Dengki

Seringkali, kita jadi overwhelmed dengan ekspektasi karena kita terlalu sering membandingkan diri sama orang lain. Kita lihat teman kita sukses, kita jadi iri. Kita lihat teman kita udah nikah, kita jadi galau.

Padahal, setiap orang itu punya jalan hidupnya masing-masing. Kamu nggak tahu, di balik foto-foto yang bagus di media sosial, mungkin mereka juga punya masalah yang kamu nggak tahu. Fokuslah pada diri sendiri. Fokus pada apa yang kamu punya, bukan pada apa yang orang lain punya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Iri itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar." (HR. Abu Daud)

Pelajaran dari hadis ini adalah, iri itu bisa menghancurkan kebaikan yang kita punya. Kalau kamu mau hidup kamu tenang, kamu harus hindari sifat iri. Kamu juga harus jaga lisan dan pikiranmu. Jangan pernah ngomongin orang lain, dan jangan pernah mikir yang jelek-jelek tentang orang lain.

 
 
4. Jadikan Kebaikan Sebagai Investasi

Seringkali, kita jadi overwhelmed dengan ekspektasi karena kita terlalu fokus sama hal-hal yang fana. Kita jadi mikir kalau kebahagiaan itu datangnya dari harta, dari jabatan, atau dari pujian.

Nah, dalam Islam, kita diajarkan buat jadikan kebaikan sebagai investasi. Kebaikan itu bisa bikin kita bahagia lebih lama. Kebaikan itu juga bisa bikin kita jadi pribadi yang lebih baik. 

Misalnya, daripada kamu beli barang-barang yang nggak kamu butuhin, mendingan kamu gunakan uangnya buat sedekah. Atau, daripada kamu scroll media sosial yang nggak jelas, mendingan kamu gunakan waktunya buat bantu orang lain.

Kebaikan itu bisa bikin hati kamu jadi lebih lapang. Kamu akan merasa hidup kamu punya makna. Dan itu bisa jadi obat paling ampuh buat overwhelmed dengan ekspektasi.

5. Jangan Lupa Istirahat dan Mendengarkan Tubuhmu

Seringkali, kita jadi overwhelmed dengan ekspektasi karena kita terlalu memaksakan diri. Kita jadi nggak pernah istirahat. Kita jadi nggak pernah dengerin tubuh kita.

Padahal, tubuh kita itu punya hak buat istirahat. Kalau kamu nggak istirahat, kamu akan jadi gampang banget sakit. Dan kalau kamu sakit, kamu nggak akan bisa ngelakuin apa-apa.

Pelajaran dari Rasulullah SAW adalah, beliau adalah sosok yang sangat bijak dalam mengelola waktu. Beliau nggak cuma ibadah, tapi beliau juga istirahat. Beliau bersabda:

"Barangsiapa yang memberi kelapangan kepada orang yang berutang, maka Allah akan memberinya kelapangan di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)

Ini nunjukin kalau istirahat itu penting banget. Jadi, jangan pernah ngerasa bersalah kalau kamu lagi istirahat. Istirahat itu bisa bikin kamu lebih produktif. Istirahat itu bisa bikin kamu lebih sehat.

Penutup

Jadi, overwhelmed dengan ekspektasi itu bisa diatasi. Caranya, dengan memahami konsep qadar dan ikhlas, jadikan shalat dan doa sebagai tempat curhat, jaga lisan dan pikiran, jadikan kebaikan sebagai investasi, dan jangan lupa istirahat.

Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjalani hidup yang lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih bermakna.

image source : iStock


Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال