Budaya Pop & Prinsip Syariah: Bisakah Keduanya Bersanding?

ardipedia.com – Sering kan kamu ngerasa bingung saat pengen nonton film, dengerin musik, atau scroll media sosial? Di satu sisi, kamu pengen nikmatin hiburan. Di sisi lain, kamu takut kalau hiburan itu bertentangan sama prinsip syariah. Kita jadi mikir, "Emang bisa, ya, jadi muslim yang gaul, tapi tetap taat?" atau "Emang gue harus ninggalin semuanya, ya, biar jadi muslim yang baik?"

Perasaan kayak gini wajar banget, kok. Karena, kita hidup di era yang serba bebas. Kita bebas berpendapat. Kita bebas beropini. Kita bisa dengerin musik dari siapa pun, dari genre apa pun. Tapi, seringkali, kebebasan itu malah bikin kita jadi galau. Kita jadi nggak tahu, mana sih yang boleh? Mana sih yang nggak boleh?

Padahal, budaya pop itu nggak selalu bertentangan sama prinsip syariah. Budaya pop itu kayak pisau. Kalau pisaunya dipakai buat motong sayuran, pisaunya bisa jadi bermanfaat. Tapi, kalau pisaunya dipakai buat nyakitin orang lain, pisaunya bisa jadi bumerang. Begitu juga dengan budaya pop. Kalau budaya pop itu dipakai buat hal-hal yang baik, budaya pop itu bisa jadi media dakwah yang paling efektif.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang paling bijak dalam menyikapi setiap hal. Beliau nggak pernah melarang sesuatu tanpa alasan yang jelas. Beliau adalah teladan terbaik buat kita yang lagi berusaha buat jadi pribadi yang lebih baik.

Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih cara menyatukan budaya pop dan prinsip syariah? Bukan buat bikin kamu ngerasa bersalah, tapi buat jadi pengingat biar kita bisa jadi pribadi yang lebih bijak dalam mengelola hidup.

1. Pahami Niat, Filter Utama dari Semua Tindakan

Hal pertama yang harus kita pahami adalah niat. Niat itu ibarat pondasi. Kalau pondasi kamu kuat, bangunan kamu juga akan kuat. Begitu juga dengan setiap hal yang kita lakukan. Kalau niat kamu benar, setiap hal yang kamu lakukan bisa jadi pahala.

Niat yang benar itu adalah menggunakan budaya pop buat hal-hal yang baik. Kamu bisa gunakan media sosial buat nyebarin kebaikan. Kamu bisa gunakan musik buat nyebarin lirik-lirik yang bermanfaat. Kamu bisa gunakan film buat nyebarin pesan-pesan moral. Nggak ada niat lain, kayak niat buat pamer, atau niat buat jadi yang paling viral.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu harus dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran dari hadis ini adalah, niat itu penting banget. Nggak cuma dalam ibadah, tapi juga dalam setiap hal yang kita lakukan. Kalau kamu niatkan menggunakan budaya pop itu karena Allah, Allah akan mudahkan jalan kamu. Kamu akan lebih semangat buat bikin konten yang bermanfaat, dan kamu akan lebih fokus.

2. Jadikan Konten Sebagai Jembatan Dakwah

Seringkali, kita mikir kalau dakwah itu harus dengan hal-hal yang berat. Kita mikir, "Ah, dakwah itu harus di masjid. Dakwah itu harus di podium." Ini adalah hal yang salah. Dakwah itu bisa dengan hal-hal yang ringan dan mengalir.

Kamu bisa gunakan budaya pop sebagai jembatan dakwah. Kamu bisa bikin konten-konten Islami yang relatable sama anak muda. Kamu bisa bikin video TikTok yang isinya nasihat-nasihat yang ringan. Kamu bisa bikin story Instagram yang isinya kutipan-kutipan dari Al-Qur'an dan hadis.


Gue pernah denger dari salah satu ustadz, katanya "dakwah itu kayak mancing ikan". Kalau kita mancingnya di sungai, kita akan dapat ikan sungai. Tapi, kalau kita mancingnya di laut, kita akan dapat ikan laut. Begitu juga dengan dakwah. Kalau kita berdakwahnya di media sosial, kita akan dapat anak muda. Anak muda itu adalah masa depan umat.

3. Jaga Adab dan Akhlak, Jangan Ikutin Tren yang Nggak Benar

Seringkali, saat kita ngikutin budaya pop, kita jadi lupa sama adab dan akhlak. Kita jadi gampang banget ngomong yang nggak-nggak. Kita jadi gampang banget nge-judge. Kita jadi gampang banget pamer. Ini adalah hal yang salah.

Pelajaran dari Rasulullah SAW adalah, beliau adalah sosok yang paling bijak dalam menjaga lisan dan pikirannya. Beliau nggak pernah ngomongin orang lain. Beliau nggak pernah mikir yang jelek-jelek tentang orang lain. Beliau bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini nunjukin kalau kita harus hati-hati dalam berbicara. Kita nggak boleh menyebarkan fitnah. Kita nggak boleh ngomongin orang lain. Kita harus menjaga lisan kita.

Jadi, kalau kamu mau jadi muslim yang gaul, kamu harus jaga adab dan akhlakmu. Kamu nggak perlu ngikutin semua tren yang ada. Kamu cukup pilih tren yang baik. Kamu cukup pilih tren yang bermanfaat.

4. Jadikan Kebaikan sebagai Investasi

Seringkali, kita jadi males buat berbuat baik di dunia maya karena kita mikir kalau itu nggak ada gunanya. Kita mikir, "Ah, gue bikin konten dakwah, tapi nggak ada yang like." Pikiran kayak gini cuma bikin hati kita nggak tenang.

Nah, dalam Islam, kita diajarkan buat jadikan kebaikan sebagai investasi. Setiap konten yang kamu bikin, itu bisa jadi pahala. Setiap like, setiap share, setiap komentar yang kamu dapatkan, itu bisa jadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Allah SWT berfirman:

"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim)

Pelajaran dari hadis ini adalah, nyebarin kebaikan itu adalah amal yang pahalanya terus mengalir. Kalau kamu berdakwah, itu artinya kamu udah nyebarin kebaikan. Dan kamu bisa dapat pahala seperti orang yang melakukannya.

5. Jangan Lupa Doa dan Tawakal

Yang terakhir, jangan pernah lupa buat berdoa dan bertawakal. Doa itu adalah senjata paling ampuh. Doa itu bisa bikin kamu lebih semangat bikin konten yang bermanfaat. Doa itu juga bisa bikin kamu lebih fokus.

Allah SWT berfirman:

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Ghafir: 60)

Ini nunjukin kalau Allah itu selalu siap dengerin doa-doa kita. Kita nggak perlu takut kalau doa kita nggak dikabulkan. Karena, setiap doa yang kita panjatkan itu dicatat sama Allah. Dan Allah pasti akan kasih yang terbaik buat kita.

Selain doa, kamu juga harus tawakal. Tawakal itu artinya kita udah berusaha maksimal, kita udah bikin konten yang paling baik, lalu kita serahkan hasilnya kepada Allah. Tawakal itu bukan berarti pasrah, ya. Tawakal itu artinya kita yakin kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kita.

Penutup

Jadi, budaya pop dan prinsip syariah itu bisa bersanding, kok. Kamu bisa jadi muslim yang gaul, tapi tetap taat. Mulai dari sekarang, yuk, kita coba lurusin niat, jadikan konten sebagai jembatan dakwah, jaga adab dan akhlak, jadikan kebaikan sebagai investasi, dan jangan lupa doa dan tawakal.

Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjalani hidup yang lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih bermakna.

image source : iStock

Gass komen di bawah! Santai aja, semua komentar bakal kita moderasi biar tetap asik dan nyaman buat semua!

Lebih baru Lebih lama
ardipedia

نموذج الاتصال