ardipedia.com – Sering nggak sih kamu ngerasa kayak lagi lari maraton, tapi nggak sampai-sampai? Kamu udah kerja keras, udah berusaha, udah ngelakuin semua hal yang katanya bikin hidup bahagia. Tapi, kok rasanya hidup ini nggak tenang, ya? Pikiran kita selalu penuh, hati kita selalu gelisah, dan kita jadi gampang banget stres. Padahal, kita nggak lagi punya masalah sama orang lain. Masalahnya, itu ada di dalam diri kita.
Ini yang namanya toxic relationship dengan diri sendiri. Hubungan ini bisa jadi lebih bahaya daripada toxic relationship sama orang lain. Kenapa? Karena, kamu nggak bisa lari. Kamu nggak bisa putus. Kamu harus hidup sama diri kamu sendiri.
Toxic relationship dengan diri sendiri itu bisa macem-macem bentuknya. Kamu bisa jadi terlalu keras sama diri sendiri, kamu bisa jadi sering nyalahin diri sendiri, atau bahkan kamu bisa jadi nggak bisa maafin diri sendiri atas kesalahan di masa lalu. Perasaan-perasaan ini yang akhirnya bikin kita jadi nggak bisa menikmati hidup. Kita jadi terjebak dalam siklus yang nggak ada habisnya: kesalahan, penyesalan, dan nggak bisa maafin diri sendiri.
Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, kalau kita ini manusia biasa? Kita nggak perfect, kok. Kita pasti pernah buat salah. Dan saat kita buat salah, hal yang paling penting itu adalah memaafkan diri sendiri. Dengan begitu, kita bisa menemukan kedamaian, dan kita bisa memulai hidup yang baru.
Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih cara menemukan kedamaian lewat memaafkan diri sendiri? Bukan cuma teori, tapi kiat-kiat yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, biar hidup kamu lebih tenang, dan penuh berkah.
1. Terima Perasaanmu, Jangan Disangkal
Hal pertama yang harus kita lakukan saat kita punya toxic relationship dengan diri sendiri adalah menerima perasaan itu. Jangan disangkal atau diabaikan. Rasa sedih, kecewa, atau marah itu manusiawi, kok. Kamu punya hak buat sedih. Kamu punya hak buat kecewa.
Tugas kita bukan buat menghilangkan emosi itu, tapi buat mengelolanya. Saat kamu lagi sedih, nggak usah dipendam. Nggak usah pura-pura bahagia di depan orang lain. Rasakan emosinya, akui, lalu biarkan ia mengalir. Dengan begitu, kamu bisa memprosesnya dengan lebih baik dan nggak jadi beban di hati.
Dalam Islam, ada ajaran tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri. Itu termasuk menjaga kesehatan mental kita. Mengabaikan perasaan sedih atau depresi itu sama aja kayak membiarkan luka di badan tanpa diobati. Itu bisa bikin kondisinya makin parah. Jadi, kalau kamu lagi punya masalah dengan diri sendiri, itu bukan tanda kelemahan iman. Itu tanda bahwa kamu butuh istirahat dan perhatian lebih untuk dirimu sendiri.
2. Pahami Konsep Taubat dan Kembali kepada Allah
Setelah kamu menerima perasaanmu, langkah selanjutnya adalah taubat. Taubat itu artinya kembali kepada Allah. Taubat itu bukan cuma soal minta maaf atas kesalahan kita, tapi juga soal berjanji buat nggak ngulangin kesalahan itu lagi.
Allah SWT berfirman:
"Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
Pelajaran dari ayat ini adalah, Allah itu Maha Pengampun. Seberapa besar pun dosa kita, seberapa banyak pun kesalahan kita, Allah pasti akan mengampuninya, asalkan kita taubat dengan sungguh-sungguh.
Taubat itu adalah cara paling ampuh buat memutus toxic relationship dengan diri sendiri. Saat kamu taubat, kamu kayak lagi bilang, "Ya Allah, gue menyesal atas semua kesalahan gue. Gue janji nggak akan ngulangin lagi. Ampuni gue, ya Allah." Dengan begitu, hati kamu akan jadi lebih tenang. Kamu akan merasa lebih dekat sama Allah.
3. Maafkan Diri Sendiri, Lepaskan Beban Masa Lalu
Setelah kamu taubat, langkah selanjutnya adalah memaafkan diri sendiri. Ini adalah hal yang paling susah. Seringkali, kita bisa maafin orang lain, tapi kita nggak bisa maafin diri sendiri. Kita terus-terusan nyalahin diri sendiri atas kesalahan di masa lalu.
Gue pernah denger dari salah satu ustadz, katanya "memaafkan diri sendiri itu kayak kita lagi ngebuang sampah dari hati". Kalau sampah itu nggak dibuang, sampah itu akan numpuk dan bikin hati kita jadi kotor. Begitu juga dengan kesalahan di masa lalu. Kalau kamu nggak bisa maafin diri sendiri, kesalahan itu akan terus menghantui kamu.
Memaafkan diri sendiri itu nggak berarti kamu membenarkan kesalahan kamu. Memaafkan diri sendiri itu artinya kamu berdamai dengan masa lalu kamu. Kamu bilang, "Oke, gue pernah buat salah. Tapi, gue nggak akan biarin kesalahan itu mengontrol hidup gue."
4. Jadikan Kesalahan sebagai Pelajaran Berharga
Toxic relationship dengan diri sendiri itu bisa bikin kita jadi nggak berani buat mencoba hal-hal yang baru. Kita jadi takut buat buat salah. Padahal, kesalahan itu adalah bagian dari hidup. Nggak ada manusia yang nggak pernah buat salah.
Pelajaran dari Rasulullah SAW adalah, beliau adalah sosok yang selalu belajar dari kesalahan. Beliau nggak pernah menyerah. Beliau selalu berusaha buat jadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Beliau bersabda:
"Setiap Bani Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat." (HR. Ibnu Majah)
Ini nunjukin kalau kesalahan itu manusiawi. Tugas kita bukan buat menghindari kesalahan, tapi buat belajar dari kesalahan. Jadikan kesalahan di masa lalu sebagai pelajaran berharga. Jadikan kesalahan itu sebagai motivasi buat kamu jadi pribadi yang lebih baik.
5. Fokus pada Kebaikan yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang
Seringkali, kita jadi overthinking soal kesalahan di masa lalu. Kita mikir, "Kenapa gue dulu bodoh banget, ya?" Pikiran kayak gini cuma bikin hati kita nggak tenang.
Nah, daripada overthinking soal masa lalu, mendingan kamu fokus pada kebaikan yang bisa kamu lakukan sekarang. Fokus pada hal-hal yang bisa bikin kamu bahagia. Fokus pada hal-hal yang bisa bikin kamu bermanfaat buat orang lain.
Misalnya, kamu bisa mulai dari hal-hal kecil, kayak senyum sama orang lain. Atau kamu bisa bantuin orang tua kamu di rumah. Atau kamu bisa baca Al-Qur'an. Hal-hal kecil kayak gini bisa bantu kamu buat mengalihkan fokus dari kesalahan di masa lalu.
Fokus pada kebaikan itu bisa bikin kamu lebih positif. Kamu akan merasa hidup kamu punya makna. Dan itu bisa jadi obat paling ampuh buat toxic relationship dengan diri sendiri.
Penutup
Jadi, toxic relationship dengan diri sendiri itu bisa disembuhkan. Caranya, dengan menerima perasaan, taubat, memaafkan diri sendiri, menjadikan kesalahan sebagai pelajaran, dan fokus pada kebaikan.
Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menemukan kedamaian, dan kamu bisa memulai hidup yang baru.
image source : iStock