ardipedia.com – Pernah nggak sih kamu lagi scroll media sosial, terus lihat teman kamu posting foto lagi liburan ke luar negeri, atau posting foto lagi beli barang mewah? Pasti ada perasaan insecure yang muncul, kan? Kamu mikir, "Kok dia bisa, ya? Kok gue nggak?" Perasaan ini wajar banget, kok. Karena, kita hidup di era yang serba pamer. Kita jadi gampang banget membandingkan diri kita sama orang lain.
Kita jadi terjebak dalam siklus yang nggak ada habisnya: iri, insecure, dan nggak bersyukur. Kita jadi terlalu fokus sama apa yang orang lain punya, sampai lupa sama apa yang kita punya. Padahal, rezeki itu nggak cuma soal uang, lho. Rezeki itu bisa macem-macem bentuknya. Rezeki itu bisa kesehatan, waktu luang, atau bahkan teman yang baik.
Tapi, seringkali kita cuma fokus sama rezeki yang kelihatan. Kita cuma fokus sama rezeki yang bisa diukur dengan uang. Akhirnya, kita jadi insecure.
Di artikel ini, gue mau ajak kamu buat kupas tuntas, gimana sih cara berhenti insecure sama rezeki orang lain? Bukan buat bikin kamu ngerasa bersalah, tapi buat jadi pengingat biar kita bisa jadi pribadi yang lebih bersyukur.
1. Pahami Konsep Rezeki, Bukan Cuma Uang
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah mindset kita. Berhenti melihat rezeki cuma sebagai uang. Mulai sekarang, lihat rezeki sebagai semua hal yang Allah kasih ke kita.
Rezeki itu bisa macem-macem bentuknya. Rezeki itu bisa kesehatan. Kamu masih bisa bernapas dengan lega, kamu masih bisa berjalan, itu rezeki yang besar banget. Coba deh, lihat orang-orang yang lagi sakit. Mereka rela bayar berapa pun buat bisa sehat kayak kamu.
Rezeki itu bisa waktu luang. Kamu masih punya waktu buat kumpul sama keluarga, kamu masih punya waktu buat baca buku, itu rezeki yang besar banget. Coba deh, lihat orang-orang yang sibuk kerja. Mereka rela bayar berapa pun buat bisa punya waktu luang kayak kamu.
Rezeki itu bisa teman yang baik. Kamu punya teman yang bisa dengerin curhatan kamu, kamu punya teman yang bisa bantu kamu saat lagi kesusahan, itu rezeki yang besar banget. Coba deh, lihat orang-orang yang kesepian. Mereka rela bayar berapa pun buat bisa punya teman kayak kamu.
2. Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain
Ini adalah penyakit yang paling sering bikin kita insecure. Kita terlalu sering membandingkan diri sama orang lain. Kita lihat teman kita sukses, kita jadi iri. Kita lihat teman kita udah nikah, kita jadi galau.
Padahal, setiap orang itu punya jalan hidupnya masing-masing. Kamu nggak tahu, di balik foto-foto yang bagus di media sosial, mungkin mereka juga punya masalah yang kamu nggak tahu. Fokuslah pada diri sendiri. Fokus pada apa yang kamu punya, bukan pada apa yang orang lain punya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Lihatlah orang yang lebih rendah darimu, dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi darimu, karena yang demikian itu lebih pantas untuk membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu." (HR. Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, jangan pernah membandingkan diri sama orang lain. Fokus aja buat memperbaiki diri, dan percaya kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kamu di waktu yang tepat.
3. Bersyukur dengan Lisan dan Hati
Bersyukur itu nggak cuma diucapin, tapi juga dirasain. Seringkali, kita cuma bersyukur di mulut aja, tapi hati kita masih aja iri.
Dalam Islam, bersyukur itu ada tiga tingkatan:
Bersyukur dengan lisan: Kamu bisa ucapin Alhamdulillah setiap saat. Setiap kali kamu dapat rezeki, ucapin Alhamdulillah. Setiap kali kamu punya masalah, ucapin Alhamdulillah. Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus sama hal-hal yang baik.
Bersyukur dengan hati: Kamu bisa rasain, kalau semua yang kamu punya itu adalah nikmat dari Allah. Kamu nggak akan lagi merasa iri sama orang lain. Kamu akan lebih fokus sama apa yang kamu punya.
Bersyukur dengan perbuatan: Kamu bisa gunakan nikmat yang Allah kasih buat berbuat baik. Misalnya, kamu gunakan uang kamu buat sedekah. Kamu gunakan waktu luang kamu buat bantu orang lain. Kamu gunakan skill kamu buat nyebarin kebaikan.
4. Jadikan Sedekah sebagai Obat Iri Hati
Seringkali, kita jadi iri karena kita terlalu fokus sama apa yang kita nggak punya. Kita mikir, "Kenapa dia bisa punya itu, ya? Kenapa gue nggak?" Pikiran kayak gini cuma bikin hati kita nggak tenang.
Nah, obatnya adalah sedekah. Sedekah itu nggak cuma membersihkan harta kita, tapi juga bisa membersihkan hati kita dari penyakit iri hati. Saat kita bersedekah, kita kayak lagi bilang, "Ya Allah, gue percaya kalau rezeki gue itu udah diatur sama Engkau. Gue nggak butuh ngambil rezeki orang lain. Gue cuma butuh rezeki yang Engkau berikan."
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah sedekah itu mengurangi harta." (HR. Muslim)
Pelajaran dari hadis ini adalah, sedekah itu bukan bikin harta kita berkurang, tapi justru bikin harta kita makin berkah. Sedekah itu juga bisa bikin hati kita jadi lebih lapang. Saat kita bisa berbagi sama orang lain, kita akan merasa lebih bahagia.
5. Pahami Konsep Ikhtiar dan Tawakal
Di zaman sekarang, kita seringkali jadi overthinking soal rezeki. Kita mikir, "Gimana caranya biar gaji gue naik? Kapan gue bisa punya rumah?" Pikiran-pikiran kayak gini cuma bikin hati kita nggak tenang.
Nah, dalam Islam, kita diajarkan buat ikhtiar dan tawakal. Ikhtiar itu artinya kita berusaha maksimal. Kita kerja keras, kita belajar, dan kita berdoa. Dengan begitu, kita bisa jadi pribadi yang lebih baik, dan kita bisa menjemput rezeki yang baik.
Tawakal itu artinya kita berserah diri kepada Allah. Kita yakin kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kita. Tawakal itu bukan berarti pasrah, ya. Tawakal itu artinya kita yakin kalau Allah akan kasih yang terbaik buat kita.
Allah SWT berfirman:
"...dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath-Thalaq: 3)
Pelajaran dari ayat ini adalah, kalau kamu bertawakal kepada Allah, Dia akan cukupkan semua keperluanmu. Kamu nggak perlu khawatir soal rezeki. Karena, Allah udah ngatur yang terbaik buat kamu.
Penutup
Jadi, insecure sama rezeki orang lain itu nggak ada gunanya. Itu cuma bikin hati kita nggak tenang. Mulai dari sekarang, yuk, kita pahami konsep rezeki, jangan bandingkan diri dengan orang lain, bersyukur, sedekah, dan pahami ikhtiar dan tawakal.
Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjalani hidup yang lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih bermakna.
image source : iStock